Selamat datang di blog klabklassik, tempat dimana kita bisa berbagi apresiasi, edukasi dan informasi seputar musik klasik.

Dalam ruang maya ini, stereotip tangguh tentang eksklusivitas, kekakuan, dan tak membumi-nya musik klasik akan sama-sama kita upayakan agar cair lewat proses berbagi yang hangat, terbuka, santai, dan penuh cinta.

Mari mengapresiasi dengan hati, lalu ciptakan ruang musik klasikmu sendiri.

Sunday, May 07, 2017

Profil Juri Kompetisi Gitar KlabKlassik

Jubing Kristianto


Jubing Kristianto adalah gitaris akustik tunggal di Indonesia yang paling sering tampil di beragam jenis even, konser, serta stasiun-stasiun radio dan televisi nasional. Ia telah menghasilkan lima album solo gitar akustik --Becak Fantasy (2007),  Hujan Fantasy (2008),  Delman Fantasy (2009), Kaki Langit (2011), dan Pagi Putih (2011) -- yang mendapat sambutan positif dari penikmat dan pengamat musik, serta media massa. Jubing dikenal mampu menghadirkan berbagai suasana dan emosi cukup lewat petikan enam senar gitarnya.  Lingkup jenis musik yang ia mainkan bermacam-macam mulai dari klasik, pop, rock, jazz,  hingga etnik. Permainan gitarnya juga banyak menginspirasi generasi lebih muda untuk menekuni seni bermain gitar tunggal. Penghargaan yang pernah ia peroleh antara lain: 

- Nominasi solois instrumentalia terbaik "Anugerah Musik Indonesia 2011" untuk album Kaki Langit  
- Nominasi album instrumentalia terbaik "Anugerah Musik Indonesia 2010" untuk Delman Fantasy
- Majalah Rolling Stone Indonesia memilih Becak Fantasy sebagai "20 Album Indonesia Terbaik 2008".  
- Majalah GitarPlus memilih Hujan Fantasy sebagai salah satu "album gitar yang paling menggetarkan tahun 2008" 

Jubing juga juga menulis buku Gitarpedia: Buku Pintar Gitaris (2005) dan Membongkar Rahasia Chord Gitar (2007). Keduanya diterbitkan PT Gramedia Pustaka Utama dan telah mengalami cetak ulang. Artist-endorsee untuk gitar akustik Yamaha dan ampli VOX ini mulai belajar gitar klasik sejak tahun 1981. Kemudian tahun 1987, 1992, 1994, dan 1995, ia menjadi Juara I kompetisi gitar akustik Yamaha Festival Gitar Indonesia. Ia juga pernah meraih Distinguished Award pada Yamaha South-East Asian Guitar Festival 1984 di Hongkong.

Ridwan B. Tjiptahardja
Ridwan B. Tjiptahardja merupakan gitaris klasik dan guru gitar senior di Bandung. Ridwan dikenal sebagai gitaris dengan tone color yang tebal dengan petikan kuat. Prestasi yang pernah diraihnya antara Juara I Solo Gitar di LPK Aryanti Bandung (1993), Juara I Festival Gitar Klasik - Pameran Bandung Expo (1994), Finalis Yamaha Festival Gitar Indonesia (1995), Juara II Klasik Senior - Yamaha Festival Gitar Indonesia (1996), Juara I Klasik Senior - Yamaha Festival Gitar Indonesia (1997), Juara II Festival Gitar Akustik Se-Jawa Bali (1998), dan Juara II Klasik Senior - Yamaha Festival Gitar Indonesia (1999), Finalis International Guitar Competition di Singapore (2005). Selain mengajar dan tampil, Ridwan juga diundang sebagai seminator untuk guru-guru Yamaha Music di Bandung, penguji tetap ujian Yamaha Music dan Mawar Music setiap tahun, dan juri di beberapa kompetisi gitar klasik.


Ance Pareira

Ance lahir dari keluarga musisi di Flores, mulai belajar musik di Mattaloko Seminary di Flores. Ia pernah mengikuti masterclass dari Tadashi Koizumi, Bubby Chen, Josh Breddy dan Danny Tumiwa.  Dari tahun 1973 sampai 1987, Ance menjadi instruktur di YMI Bandung dan Ujungpandang. Kemudian dari tahun 1988 dan 1995, ia menjadi chief instructor di Purwacaraka Music Studio Bandung (PCMS) serta penyusun buku gitar klasik dan pemberi seminar para instruktur PCMS: How to Teach Better. Sudah tak terhitung berapa murid yang berhasil di tangannya. Dua diantaranya adalah Royke B. Koapaha dan Venche Manuhutu.

No comments: