Sunday, April 23, 2017

Menikmati Cello Sonata bersama Dani - Harimada

Minggu, 22 April 2017




KlabKlassik kembali mengadakan konser dengan menghadirkan duet cello – piano lewat penampilan Dani Kurnia dan Harimada Kusuma. Keduanya tampil membawakan tiga buah karya cello sonata dari Chopin, Debussy dan Shostakovich dengan durasi konser sekitar sembilan puluh menit. 

Dani – Harimada membuka resitalnya dengan karya Chopin yang berjudul Sonata for Cello and Piano in G Minor, Op. 65. Tidak banyak orang yang mengira bahwa Chopin juga mencipta karya untuk cello. Umumnya, komposer romantik asal Polandia tersebut dikenal karena karya-karyanya untuk piano. Meski demikian, konser kemarin sukses memberi wawasan bagi publik musik klasik Bandung tentang kepiawaian Chopin dalam mencipta karya untuk instrumen non-piano. Karya tersebut ditampilkan dalam empat bagian yaitu Allegro Moderato, Scherzo, Largo, dan Finale. Sonata for Cello and Piano in G Minor, Op. 65. tersebut merupakan salah satu karya yang ditulis Chopin di periode akhir hidupnya. 

Karya berikutnya, Dani – Harimada menampilkan komposisi yang ditulis oleh komposer impresionis asal Prancis, Claude Debussy. Debussy, seperti biasa, punya nuansa modern dalam karyanya yang menunjukkan suatu visi yang melebihi zaman ketika komposisi tersebut ditulis pada awal abad ke-20. Karya berjudul Sonata for Cello and Piano ini terdiri atas tiga gerakan yaitu Prologue, Serenade, dan Lent. Karya ini diwarnai sejumlah teknik pizzicato yang pada masa itu masih sangat jarang. 

Setelah istirahat sekitar lima belas menit, Dani dan Harimada kembali ke atas panggung untuk memainkan karya panjang dari Dmitri Shostakovich yang berjudul Sonata for Cello and Piano in D Minor, Op. 40. Karya yang ditulis oleh komposer Uni Soviet ini terdiri dari empat gerakan yaitu Allegro Non Troppo, Allegro, Largo, dan Allegro. Karya ini ditulis sebagai respon atas kritikan pemimpin Soviet waktu itu, Stalin, yang menyebut karya-karya Shostakovich sebagai “borjuis”. Maka itu, Sonata for Cello and Piano in D Minor, Op. 40 punya unsur-unsur sinis, marah, sekaligus olok-olok – yang ditujukan komposer bagi Stalin-. 

Dani merupakan lulusan dari Pendidikan Seni Musik di Universitas Pendidikan Indonesia. Di luar kampus, ia mendapatkan wawasan bermain cello dan bermain ansambel dengan bergabung bersama Anime Strings Orchestra dengan arahan Haryo Yose Soejoto. Ia pun banyak mendapatkan ilmu dasar bermain cello setelah mengikuti masterclass dengan John Myerscough (Doric String Quartet), dan mengikuti Bandung Music Camp yang di bimbing oleh Damien Ventula (Prancis). Sementara itu, Harimada lulus dari Rotterdams Conservatorium Belanda dan Conservatorium von Amsterdam. Mulai Agustus 2015, Harimada menetap di Indonesia. Ia kini menjadi staf pengajar ahli bidang piano dan koordinator akademik pada Konservatorium Musik Jakarta dan sekolah musik Allegria, Bandung.

1 comment:

Jims linda said...

Violin composition requires great talent to write and well-tuned musical instruments to play the just composed song, and most importantly complete knowledge of playing the violin. music

Selamat datang di blog klabklassik, tempat dimana kita bisa berbagi apresiasi, edukasi dan informasi seputar musik klasik.

Dalam ruang maya ini, stereotip tangguh tentang eksklusivitas, kekakuan, dan tak membumi-nya musik klasik akan sama-sama kita upayakan agar cair lewat proses berbagi yang hangat, terbuka, santai, dan penuh cinta.

Mari mengapresiasi dengan hati, lalu ciptakan ruang musik klasikmu sendiri.