Monday, April 03, 2017

Classicares II: Konser Bersama Mengenang Mutia Dharma

Minggu, 2 April 2017

Ririungan Strings Bandung berfoto bersama pasca acara.
Setelah penyelenggaraan Classicares yang menandai berdirinya KlabKlassik pada 9 Desember 2005, acara tersebut diadakan kembali dua belas tahun kemudian dengan nama Classicares II. Penyelenggaraan kedua ini dilakukan dalam rangka memperingati wafatnya aktivis musik klasik Bandung, Mutia Dharma yang berpulang pada tanggal 27 Februari 2017. Mutia adalah pendiri Classicorp Indonesia yang aktif menyelenggarakan konser dan workshop musik klasik di Bandung, baik level nasional maupun internasional. 

Pada Classicares II yang diselenggarakan di Auditorium IFI-Bandung ini, terdapat lebih dari lima puluh musisi ambil bagian. Classicares II juga menampilkan berbagai format mulai dari solo piano, vokal, duo, trio, kuartet hingga orkestra. Para pemain tersebut memainkan karya-karya yang umumnya punya keterkaitan khusus dengan almarhumah. Misalnya, Madqi Piano Trio yang berisi Kiki Abdul Haqqi, Dewi Noergina, dan Martina Sanjaya, mengatakan bahwa lagu Hausmusik karya Carl Bohm yang dibawakannya, merupakan karya yang harusnya dibawakan bersama Mutia. “Namun karena Mbak Mutia sudah pergi, maka kami tidak mungkin memainkannya bersama beliau. Kami akan tetap tampilkan ini bersama Martina, agar Mbak Mutia tetap tersenyum di sana,” ujar Kiki. 

Selain itu, ada juga penampilan Stringtopia, Breeze, Laurentius Quartet, Laurentius Junior Orchestra, Elvira Kartikasari, Andrew Sudjana, Lucia Jesy Dewinda, Issa Teenan, Dani Kurnia, Harimada Kusuma, Mojang String Quartet, Airin Efferin, dan Ririungan Strings Bandung. Penampilan RIriungan Strings Bandung sebagai penutup ini cukup istimewa karena berisi gabungan pemain-pemain instrumen gesek yang dipersatukan secara sengaja untuk acara ini. Ririungan Strings Bandung berlatih dalam waktu seminggu dan dipimpin oleh pengaba Eki Satria. 

Di tengah-tengah acara, terdapat beberapa momen mengharukan misalnya pembukaan sekaligus testimoni dari Direktur IFI – Bandung, Melanie Martini; lalu ungkapan kesan dari kawan Mutia semasa di Melodia, Goeti Rondonuwu; hingga ucapan terima kasih dari Andi Dharma, kakak kandung Mutia, yang harus dibacakan oleh MC karena yang bersangkutan tidak sanggup untuk membacakannya. Kegiatan ini menghasilkan dana sekitar sebelas juta Rupiah yang seluruhnya disumbangkan ke yayasan sosial atas nama Mutia Dharma.

Untuk menyaksikan karya Aleksandr Borodin yang dimainkan oleh Ririungan Strings Bandung, silakan klik link berikut ini.

No comments:

Selamat datang di blog klabklassik, tempat dimana kita bisa berbagi apresiasi, edukasi dan informasi seputar musik klasik.

Dalam ruang maya ini, stereotip tangguh tentang eksklusivitas, kekakuan, dan tak membumi-nya musik klasik akan sama-sama kita upayakan agar cair lewat proses berbagi yang hangat, terbuka, santai, dan penuh cinta.

Mari mengapresiasi dengan hati, lalu ciptakan ruang musik klasikmu sendiri.