Saturday, July 25, 2015

Buka Bersama KlabKlassik: Jangan Dulu Bubar!

Kamis, 5 Juli 2015

Setelah lama tidak melakukan kegiatan, baik kumpul komunitas maupun penyelenggaraan konser, KlabKlassik akhirnya mengadakan pertemuan yang bersifat nonformal. Pertemuan dalam rangka buka bersama ini, meski nonformal, namun terselip di dalamnya pembicaraan mengenai masa depan KlabKlassik. "Di usianya yang hampir memasuki sepuluh tahun, mungkin KlabKlassik sudah tunai tugasnya. Peran KlabKlassik sudah tidak dibutuhkan lagi karena sekarang penyelenggaraan musik klasik di Bandung sudah ramai. Apa kita tidak sebaiknya bubar saja?" ujar Syarif Maulana, koordinator, membuka pembicaraan. Putu Sandra kemudian menanggapi, "KlabKlassik tidak perlu bubar, tapi juga tidak perlu bersaing dengan para penyelenggara musik klasik yang sekarang sedang ramai. KlabKlassik sebaiknya mengambil jalur lain yang lebih sepi, seperti wadah untuk para musisi, atau tempat untuk berdiskusi." Kristianus Triadisusanto, ketua ensembel gitar Ririungan Gitar Bandung (RGB) menyatakan bahwa KlabKlassik masih harus terus hidup, setidaknya untuk menjaga eksistensi ensembel gitar RGB itu sendiri, "RGB mungkin satu-satunya ensembel gitar yang ditujukan untuk umum. Semangatnya harus terus dijaga. Jadi, KlabKlassik, sebagai induk dari RGB, mesti tetap eksis."

Masukan demi masukan tersebut memberikan gairah baru bagi KlabKlassik. Memang iya. Tugas belum usai. Masih ada sejumlah kegiatan menanti ke depannya. Misalnya, tanggal 7 Agustus, KlabKlassik akan menggelar Resital Piano Gwynn Elizabeth Sutanto; tanggal 9 Agustus, ada diskusi musik folk yang akan disajikan oleh Rahardianto; 15 Agustus, ada undangan untuk RGB tampil di STT Tekstil; dan 23 Agustus, ada bedah buku yang bertemakan insting bermusik yang ditulis oleh musikolog asal Yogyakarta, Erie Setiawan. Masih banyak tugas menanti, jangan dulu bubar, KlabKlassik!

Selamat datang di blog klabklassik, tempat dimana kita bisa berbagi apresiasi, edukasi dan informasi seputar musik klasik.

Dalam ruang maya ini, stereotip tangguh tentang eksklusivitas, kekakuan, dan tak membumi-nya musik klasik akan sama-sama kita upayakan agar cair lewat proses berbagi yang hangat, terbuka, santai, dan penuh cinta.

Mari mengapresiasi dengan hati, lalu ciptakan ruang musik klasikmu sendiri.