Monday, November 12, 2012

Kursi Panas KlabKlassik

Minggu, 11 November 2012

KlabKlassik mempunyai program baru tapi lama, namanya 'kursi panas'. Apa gerangan? Satu per satu pemain tampil, menunjukkan satu dua karya untuk diapresiasi bersama. Meski baru diadakan kembali, sesungguhnya kegiatan ini justru yang paling purba. Awal mula KK berkumpul, acara inilah satu-satunya andalan untuk memikat pengunjung.  

Yang hadir untuk tampil tidak banyak, hanya berempat. Ada Rendy, Tubagus, Mas Dudi dan Syarif. Namun penampilan yang sedikit itu menjadi cukup berbobot oleh sebab kehadiran mahasiswi psikologi bernama Irsa yang tengah dalam penelitian. Ia sedang meneliti apa yang disebut dengan flow dalam bermusik, yaitu suatu kondisi yang berada di ambang sadar dan tidak sadar, yang amat mungkin dialami musisi ketika ia sedang peak performance.

Sebelum satu per satu peserta tampil, semuanya larut dalam diskusi bersama Irsa. Diskusi tersebut ada di seputar definisi peak performance sendiri. "Sangat relatif," menurut Beben, "Saya termasuk orang yang latihan menjadi semangat ketika ada penonton," Ada juga, kata Rendy, "Orang yang melamai peak performance justru ketika sendiri. Ketika tampil eh malah kacau." Mengukur peak performance dalam musik terbilang sulit. Barometer yang digunakan oleh Irsa pun tadinya lebih banyak diaplikasikan dalam dunia olahraga. "Di dunia olahraga," kata Irsa, "lebih mudah untuk mengukur peak performance." Ini belum ditambah faktor-faktor lain seperti jenis musik, penonton, tingkat kemahiran, ataupun situasi bermain. Tidak satupun bisa menunjukkan kemutlakkan dalam menentukan peak performance dalam musik.



Akhirnya, ketimbang berlarut-larut, Irsa diminta untuk melakukan penilaian terhadap performa mereka-mereka yang akan tampil di "kursi panas". Satu per satu bergiliran mereka "naik panggung" memainkan mulai dari Etude karya Francisco Tarrega, Revoir Paris karya Charles Trenet yang diaransemen ulang oleh Roland Dyens, Etude no. 20 karya Leo Brouwer dan Danza Caracteristica juga karya Leo Brouwer. Keempat penampilan tersebut malah membuat Irsa semakin bingun, terutama oleh kehadiran Jazzy yang dengan enteng berkata, "Peak performance? Ya ketika lagu selesai. Itu artinya tugas selesai." Kalimat yang dicetuskannya membuat seisi beranda berderai tawa.

No comments:

Selamat datang di blog klabklassik, tempat dimana kita bisa berbagi apresiasi, edukasi dan informasi seputar musik klasik.

Dalam ruang maya ini, stereotip tangguh tentang eksklusivitas, kekakuan, dan tak membumi-nya musik klasik akan sama-sama kita upayakan agar cair lewat proses berbagi yang hangat, terbuka, santai, dan penuh cinta.

Mari mengapresiasi dengan hati, lalu ciptakan ruang musik klasikmu sendiri.