Thursday, October 18, 2012

KlabKlassik Edisi Bincang-Bincang: Bertualang Bersama Tarkus

Minggu, 21 Oktober 2012
Pk.15.00 - 17.00
Tobucil, Jl. Aceh no. 56, Bandung
Gratis dan terbuka untuk umum



Tarkus adalah makhluk yang muncul dari letusan gunung berapi. Ia melawan sejumlah musuh berat sebelum bertemu dengan lawannya yang paling pamungkas: Manticore. Sayangnya, melawan yang terakhir ini, Tarkus takluk. Meski takluk, kekalahannya menimbulkan versi lain dari Tarkus, yaitu Aquatarkus: Tarkus yang muncul dari air.

Cerita di atas -meski absurd- digambarkan dengan brilian dalam musik gubahan band progressive rock Emerson, Lake & Palmer berjudul Tarkus. Lagu Tarkus dibagi dalam tujuh bagian yang totalnya berdurasi 20 menit 35 detik. Bagian-bagian tersebut adalah sebagai berikut:

1. Eruption ; 0:00 - 2:43
2. Stones of Years ; 2:44 - 6:28
3. Iconoclast ; 6:29 - 7;44 
4. Mass ; 7:45 - 10:56
5. Manticore ; 10:57 - 12:49
6. Battlefield ; 12:50 - 16:41
7. Aquatarkus ; 16:42 - 20:41


Meski terdengar jenaka, namun ada versi yang mengatakan bahwa Tarkus adalah metafor dari komunisme. Komunisme berhadapan dengan kapitalisme yang diwakili Manticore. Meski komunisme kalah, namun idenya tetap bergema dalam bentuk Tarkus yang baru yaitu Aquatarkus. Karya yang ditulis tahun 1971 itu dimainkan oleh formasi trio yang terdiri dari Keith Emerson (keyboard), Greg Lake (bas) dan Carl Palmer (drum). Tidak bisa dipungkiri, lagu ini adalah salah satu yang paling fenomenal, rumit, tapi juga sukses dalam sejarah rock. 

Mari mengapresiasi dan memperbincangkan, agar kita termasuk ke dalam golongan orang-orang yang selamat telinganya!

Kisah petualangan Tarkus dalam gambar.


Mengapa tidak semua kegiatan KlabKlassik membahas musik klasik? Ini dia pertanggungjawabannya.

No comments:

Selamat datang di blog klabklassik, tempat dimana kita bisa berbagi apresiasi, edukasi dan informasi seputar musik klasik.

Dalam ruang maya ini, stereotip tangguh tentang eksklusivitas, kekakuan, dan tak membumi-nya musik klasik akan sama-sama kita upayakan agar cair lewat proses berbagi yang hangat, terbuka, santai, dan penuh cinta.

Mari mengapresiasi dengan hati, lalu ciptakan ruang musik klasikmu sendiri.