Monday, September 24, 2012

Resital Gitar Klasik Jardika Eka & Syarif Maulana





Sabtu, 6 Oktober 2012
Auditorium IFI - Bandung
Jl. Purnawarman no. 32
Pk. 19.30 - 21.00

Program:

Revoir Paris (Roland Dyens)
Xodo da Baiana (Dilhermando Reis)
Cancion y Danza no. 1 (Antonio Ruiz-Pipo)

Valses Poeticos (Enrique Granados)
Elegio de la Danza (Leo Brouwer)
La Muerte del Angel (Astor Piazzolla)

Six Petit Duos Dialogues #2 (F. Carulli)
Sanzen-in (Andrew York)
Ode untuk Pacar Merah (Bilawa Ade Respati)
Duo Etude (Ammy C. Kurniawan)

Profil Penampil:

Jardika Eka Tirtana lahir di Bandung 9 Februari 1989. Mulai belajar gitar klasik pada tahun 2007 dibawah bimbingan Edy Hartono (STIMB). Th 2009 melanjutkan studi di ISI Yogya sebagai mahasiswa jurusan musik dengan instrumen mayor gitar klasik dibawah bimbingan Rahmat Raharjo, Royke B. Koapaha, dan Ovan Bagus hingga sekarang. Pernah mendapat Master Class dari Miguel Trapaga (Spanyol), Karl Nyhlin (Swedia), Thibault Cauvin (Prancis), Christopher Mallett & Robert Miller (Amerika). Aktif tampil dalam acara konser intern rutin “Parade Gitar” yang diadakan KBM GEMA bekerjasama dengan HIMA Musik ISI Yogyakarta. Mengikuti beberapa konser a.l. Home Concert di Auditorium Musik ISI Yogyakarta pada bulan April 2012 dan konser “Bintang Muda” yang diselenggarakan oleh IFI Yogyakarta pada bulan September 2012. Mendapat Juara 2 pada Surabaya Guitar Festival pada bulan Juni 2012 dan bulan Juli 2012 mendapat Juara 1 pada Balikpapan Student Guitar Competition 2012.

Syarif Maulana (Bandung, 30 November 1985), belajar gitar klasik sejak usia tiga belas tahun pada Kwartato Prawoto. Pada usia delapan belas, Syarif melanjutkan belajar gitar klasik pada Ridwan B. Tjiptahardja. Prestasi yang pernah diraih antara lain Juara III BTC Guitar Competition Kategori Pop (2005), Semifinalis Festival Gitar Nasional Yogyakarta (2006), Juara III Yamaha Student Contest Tingkat Sekolah Musik (2007), dan Juara III Bandung Spanish Guitar Festival Kategori Senior (2007). Syarif juga sempat mengikuti masterclass oleh Iwan Tanzil dan Alessio Nebiolo. Selain aktif di komunitas KlabKlassik sejak 2005 dan mengajar gitar klasik di beberapa tempat, Syarif pernah mengadakan lima kali resital, yaitu Resital Gitar Klasik Syarif Maulana (2006), Konser Gitar Klasik Syarif Maulana & Johan Yudha Brata (2007), Resital Tiga Gitar (2008) dan Resital Tiga Gitar plus Satu (2009) dan Resital Empat Gitar (2012). Syarif juga lulus dari grade 8 ABRSM untuk praktek dan grade 5 ABRSM untuk teori. Pernah menjadi pelatih divisi gitar di STT Tekstil, sekarang Syarif menjadi pelatih divisi gitar di orkestra milik UNPAD bernama Padjadjaran Orchestra.

Acara ini gratis dan terbuka untuk umum!

Sunday, September 23, 2012

Alunan Musik The Beatles di Beranda Tobucil

Minggu, 23 September 2012


Lagu If I Fell yang diaransemen oleh Yunus Suhendar

Ririungan Gitar Bandung (RGB) sedang bergairah kembali. Penyebabnya adalah rencana konser yang sudah ditentukan pada bulan Januari 2013. Temanya pun cukup menarik, yaitu semacam konser persembahan untuk band legendaris The Beatles. Saking bersemangatnya, Kang Sutrisna sebagai ketua pun giat mengumpulkan partitur lagu-lagu The Beatles. Setelah sukses menggali data-data lama milik RGB seperti If I Fell dan Drive My Car, ensembel gitar yang didirikan Januari 2009 ini juga mendapat suntikan dua partitur baru yaitu Come Together dan I Saw Her Standing There.

If I Fell sukses diselesaikan pada hari itu. Dengan sisa-sisa tenaga, latihan RGB yang hanya diikuti enam orang tersebut, melanjutkan latihannya dengan lagu Come Together dan I Saw Her Standing There. Lalang, anggota termuda, beberapa kali menyalahkan Kristianus karena melakukan kesalahan. "Ah, sayang banget kita berhenti padahal sedikit lagi selesai," katanya sambil disambut gelak tawa peserta lainnya.
Lalang, anggota RGB termuda
RGB generasi terbaru ini yang mendaftar mencapai sebelas orang. Latihan yang rutin dilakukan setiap hari Minggu pukul dua ini dikenakan biaya Rp. 5000 / bulan saja. Masih terbuka bagi siapa saja yang ingin bergabung, dengan target jangka pendek konser Purwatjaraka pertengahan Oktober dan konser tunggal bulan Januari.


Wednesday, September 05, 2012

Melepas Afifa Ayu ke Negeri Musashi

Minggu, 2 September 2012

Afifa Ayu (ketiga dari kiri) bersama band Angsa dan Serigala.

Afifa Ayu bukanlah orang baru di KlabKlassik (KK). Ia datang pertama ke KK masih berkumpul di CommonRoom -mengingat kepindahan KK ke Tobucil dari sejak tahun 2007, maka Afifa sudah aktif di KlabKlassik sejak lebih dari lima tahun yang lalu!-. Kehadirannya yang pertama kali itu datang bersama violinis Ammy Kurniawan. Afifa, yang berstatus sebagai murid, kala itu masih duduk di bangku SMP dan memainkan satu karya berjudul Korobushka.

Waktu demi waktu berlalu, Afifa akhirnya memasuki kehidupan kampus. Meski demikian, karirnya sebagai violinis tidak ditinggalkan. Ia malah semakin gemilang seiring dengan keaktifannya di berbagai acara musik. Terakhir ini, Afifa tengah aktif-aktifnya di band yang sedang naik daun, Angsa dan Serigala. Kecemerlangannya di wilayah musik ini ternyata juga sejalan dengan karirnya di bidang akademik. Ia mendapatkan semacam beasiswa untuk penelitian di Tokyo Institute of Technology selama setahun.

Kepergiannya ini "dirayakan" dengan mengadakan farewell party di rumahnya sendiri di daerah Pasteur. Afifa mengundang terutama rekan-rekannya di bidang musik untuk tampil sekaligus silaturahim karena juga berkaitan dengan momen pasca lebaran. Ada 4 Peniti, Angsa dan Serigala, serta Strangers Band menyumbangkan dua tiga lagu untuk memeriahkan acara yang -asyiknya- diselenggarakan di garasi rumah tersebut. Ruangan garasi yang relatif kecil justru menjadikan suasana lebih akrab.

Setelah dibuka dengan penampilan Afifa dan keluarga, yakni adiknya, Ilham, dan sepupunya, Rafdi, berturut-turut Afifa tampil berkolaborasi. Tidak hanya bermain violin, Afifa juga menunjukkan kepiawaiannya dalam menyanyi dan bermain keyboard.  Setelah penampilan apiknya dengan berbagai band, Afifa menutup acara perpisahannya tersebut dengan menampilkan lagu ciptaannya sendiri berjudul Rindu. Didampingi oleh Ilham dan Ammy, lagu yang sendu dan melankolik itu menjadi pamungkas yang tepat karena membuat suasana menjadi cukup mengharukan. Hal tersebut juga ditambah dengan pidato singkat dari Papa Afifa yang berkata, "Terima kasih pada kalian, teman-teman Afifa yang berharga, yang begitu penting artinya pada perkembangan anak saya."

Demikian. Mari kita doakan semoga Afifa bisa menimba ilmu sebanyak-banyaknya di negeri Musashi. Tidak hanya itu, semoga ia juga bisa membawa kembali ilmu tersebut dan membagi-bagikannya untuk memajukan negeri ini.

Selamat datang di blog klabklassik, tempat dimana kita bisa berbagi apresiasi, edukasi dan informasi seputar musik klasik.

Dalam ruang maya ini, stereotip tangguh tentang eksklusivitas, kekakuan, dan tak membumi-nya musik klasik akan sama-sama kita upayakan agar cair lewat proses berbagi yang hangat, terbuka, santai, dan penuh cinta.

Mari mengapresiasi dengan hati, lalu ciptakan ruang musik klasikmu sendiri.