Tuesday, August 14, 2012

KlabKlassik Akan Tanpa Bilawa dan Diecky


Bagi KlabKlassik, Bilawa Ade Respati dan Diecky K. Indrapraja sumbangsihnya tak perlu diragukan lagi. Bilawa aktif sejak acara pertama KlabKlassik yakni Classicares: Classical Concert for Charity tahun 2005. Sedangkan Diecky mulai terlibat sejak Januari 2007 di seminar musik kontemporer  di IFI - Bandung (Dulu bernama CCF) yang di dalamnya menghadirkan pembicara Dieter Mack dan Royke B. Koapaha. 

Keduanya berbeda wilayah ketertarikan. Bilawa terutama, dia adalah seorang performer. Bilawa bermain gitar klasik dan mendalaminya cukup serius hingga mengikuti berbagai resital dan kejuaraan. Dalam ranah pergitaran klasik Bandung, Bilawa dikenal sebagai gitaris yang berteknik tinggi dan senang sekali bermain karya musik yang relatif rumit. Sedangkan Diecky lebih serius menekuni dunia komposisi. Ia bukan tipikal komposer yang realistik pro-pasar, melainkan idealistik dan boleh dibilang beraliran garda depan. Karya-karyanya pernah diikuti di festival musik kontemporer di Yogya hingga festival komposisi se-Asia Tenggara. 

Namun diantara keduanya ada kesamaan. Baik Bilawa maupun Diecky, mereka tipikal orang yang tak pernah terpuaskan dahaga keingintahuannya. Maka itu keduanya amat senang berdiskusi, berbagi maupun menyerap ilmu di komunitas. Hal yang agaknya menjadi landasan kuat mengapa mereka memilih suatu jalan yang meskipun mereka tahu tak akan memenuhi dahaganya, namun setidaknya baik Bilawa maupun Diecky, yang berharga adalah proses pencarian sumber air pengetahuan itu sendiri. 

Ya, terhitung sejak bulan September nanti, Bilawa maupun Diecky tidak akan terlihat lagi dalam keseharian komunitas KlabKlassik. Bilawa memilih untuk bersekolah di Jerman selama tiga tahun. Sedang Diecky, setelah menikah, ia memilih untuk tinggal di Pontianak dan menjadi dosen disana. Keduanya pergi, pasti bukan semata-mata dalam rangka mencari kenyamanan badani semata. Mereka justru berangkat oleh sebab meyakini bahwa hidup adalah tentang mencari dan mencari. Dilarang berpuas di satu permukiman, karena yang demikian bisa berbahaya dan membuat lupa diri.

Apapun itu, mari kita doakan agar baik Bilawa dan Diecky menemukan sesuatu yang berharga di perantauannya. Semoga bisa memberikan sumbangsih tidak cuma bagi musik klasik saja yang sifatnya khusus, tapi bagi kehidupan di dunia ini pada umumnya.

No comments:

Selamat datang di blog klabklassik, tempat dimana kita bisa berbagi apresiasi, edukasi dan informasi seputar musik klasik.

Dalam ruang maya ini, stereotip tangguh tentang eksklusivitas, kekakuan, dan tak membumi-nya musik klasik akan sama-sama kita upayakan agar cair lewat proses berbagi yang hangat, terbuka, santai, dan penuh cinta.

Mari mengapresiasi dengan hati, lalu ciptakan ruang musik klasikmu sendiri.