Friday, March 16, 2012

KlabKlassik Edisi Playlist #11: Galau yang Merindukan Damai

Minggu, 11 Maret 2012
Berbeda dengan biasanya, KlabKlassik Edisi Playlist kemarin mulai pukul 13.00 oleh sebab adanya suatu urusan. Royke, Benn, Syarif, AM, Nita, Rudy, dan Desy menjadi peserta kali ini. Kecuali Desy, yang lain membawa lagunya, yang bagi mereka masing-masing memberikan kedamaian. Karena topiknya adalah One Day of Peace and Music.
 
1. (Suara Hujan)
Suara hujan ini diunduh langsung oleh Royke Ng di tempat. Ia memilih suara itu karena sederhana saja: Suara hujan selalu membuatnya tenang, apalagi di waktu malam. Deskripsi sampel suara itu adalah: Light summer rainstorm falling on St. Paul. The thunder was interesting, rumbling and echoing in the distance. "Lagu" ini menarik karena tanpa sadar selalu kita temukan dalam keseharian, namun jarang sekali diapresiasi secara pribadi. Jika mendengar hujan, Royke biasanya langsung bersantai dan menikmati secara mendalam. Meskipun demikian, tentu saja ada perbedaan antara "hujan audio" dengan hujan betulan. Pada hujan betulan, kita merasakannya dengan seluruh panca indera: Ada bau tanah, rasa dingin, dan rintik air dari langit.

2. Joe Pass - Georgia
Lagu yang dibawa oleh AM ini (inisial dari Muhammad Al Mukhlisiddin) berisikan melodi gitar jazz yang amat manis. AM memilih Joe Pass setelah membaca buku yang isinya daftar gitaris jazz terbaik. Joe Pass masuk hitungan karena kebiasaannya menggunakan suara clean tanpa efek. Lagu Georgia ini terbilang menenangkan, karena meski suara gitarnya dinamis, suara bassnya sedemikian statis, lambat, dan menyentuh "bawah" batin.
3. Michael Franks - Antonio's Song
Lagu yang dibawa Syarif ini adalah bossanova. Isinya percakapan antara Michael dan gurunya, salah satu Bapak Bossanova yaitu Michael Franks. Seperti lagu sebelumnya, Antonio's Song juga cukup membuat galau. Kata Nita, "Mendengarkan bossanova itu membuat dunia menjadi berwarna sephia." 
4. Frank Zappa - Worms from Hell
Berbeda dengan lagu-lagu sebelumnya yang memang menenangkan, lagu yang ini membingungkan, karena begitu dinamis, tidak stabil, dan "meracau". Rudy bilang, "Lagu ini bikin saya panik." Sementara AM menganalogikan lagu ini sebagai, "Sesuatu yang mencoba keluar tapi tidak bisa." Sisi damainya kemudian dijelaskan oleh si pembawa lagu, Diecky, "Zappa sudah meninggal ketika lagu ini dirilis. Maksudnya, karya-karya Zappa sedemikian banyaknya sehingga setelah dia meninggal pun masih ada yang dirilis. Tapi interpretasi lainnya, bisa saja Zappa menulis karya ini di neraka. Artinya, dia cukup tenang bukan sehingga bisa memperhatikan cacing di alam sana?" 
5. The Korgiz - Everybody's Gotta Learn Sometimes
Lagu yang dibawa Nita ini terbilang sederhana. Liriknya cuma itu-itu aja: 
I need your loving like the sunshine
And everybody's got to learn sometime
Everybody's got to learn sometime
Everybody's got to learn sometime

Change your heart

Look around you
Change your heart
It will astound you
Namun lirik yang pasif dan irama yang statis ini justru menimbulkan efek yang meditatif: menenangkan.
6. Celtic Women - Danny Boy
Lagu yang dibawa oleh operator Adrian Benn ini didaulat sebagai lagu yang "menenangkan pada dirinya sendiri". Jika lagu sebelumnya ada yang galau dan meracau, maka lagu ini betul-betul membuat syahdu suasana. Danny Boy adalah lagu tradisional Irlandia, namun kata Benn, "Sering dimiskonsepsikan jadi lagu Gereja."
7. Dhafer Youssef - Al Hallaj
Lagu terakhir ini dibawa oleh Rudy. "Ditemukan secara tidak sengaja ketika ngetik keyword 'Al-Hallaj' di google," aku Rudy." Mendengarkan lagu ini, aku seperti sedang sendiri di gereja," lanjutnya. Lagunya memang berirama timur tengah. Msskipun liriknya tidak dipahami, namun semua setuju bahwa lagunya teramat mendamaikan dan sufistik.
Berakhir sudah tujuh lagu yang diputar sebagai ritual edisi playlist #11. Ada satu kalimat yang menjadi kesimpulan pertemuan tersebut, diambil dari kata-kata Diecky: "Ketika damai, orang akan tindu kegalauan. Namun ketika galau, orang akan merindukan kedamaian."

No comments:

Selamat datang di blog klabklassik, tempat dimana kita bisa berbagi apresiasi, edukasi dan informasi seputar musik klasik.

Dalam ruang maya ini, stereotip tangguh tentang eksklusivitas, kekakuan, dan tak membumi-nya musik klasik akan sama-sama kita upayakan agar cair lewat proses berbagi yang hangat, terbuka, santai, dan penuh cinta.

Mari mengapresiasi dengan hati, lalu ciptakan ruang musik klasikmu sendiri.