Friday, March 23, 2012

KlabKlassik Edisi Bincang-Bincang: Menyelisik Khazanah Musik Blues

 
Minggu, 25 Maret 2012
Pk. 15.00 - 17.00
Tobucil, Jl. Aceh no. 56
Gratis dan terbuka untuk umum
 
PROLOG
Oleh: Rully S. Ramdani

Blues merupakan ruh yang dihembuskan pada raga dari berbagai genre musik populer Amerika. Sebut saja Rock n'Roll, R & B, Soul, Funk, Hip Hop, Rap, dan bahkan saudara satu darahnya Jazz.

Beberapa mempertanyakan lebih dahulu mana Blues dan Jazz? Lalu kenapa Jazz terkesan lebih elegan, sedangkan Blues terkesan begitu kampungan dan rendah?

Semua berawal dari perbudakan, dan itu tidak akan pernah berakhir sampai dunia berakhir. Para budak yang membawa ruh musikal Afrika ke Amerika, dunia baru mereka. Bangsa kulit putih, yang tidak cukup mengeksploitasi dalam bentuk fisik saja, mereka mencuri kehebatan musik kulit hitam tersebut, dan tidak mau mengakuinya.

Ada esensi yang seringkali tidak bisa ditangkap oleh musisi Blues kulit hitam sekalipun, apalagi manusia Indonesia, yang sama sekali jauh dari asal Blues itu. Lalu seperti apa Blues itu sesungguhnya, apakah Bluesman di Indonesia sudah cukup kuat dan yakin merasa dirinya Bluesman? Apakah cukup sebatas memainkan musiknya saja?

Sangat disayangkan jika hanya menyenangi Blues karena musiknya saja, sementara di dalamnya banyak hal positif yang bisa jadi pelajaran hidup bagi kita. Sementara itu, kita memandang Blues identik dengan hidup menderita, gitar, blue notes, minuman beralkohol, sex, dan drugs.

Ironi, saya rasa bukan itu...


Narasumber dalam diskusi sore kali ini adalah Abah Blues. Baginya, Blues sudah terkonstruksi dalam diri semenjak SMP. Karya tulis Tugas Akhirnya berjudul "Woman Blues" dan "Sejarah Perkembangan Musik Blues di Kota Bandung". Aktivitas musiknya saat ini sebagai penggiat komunitas Blues di Bandung, peneliti musik, dan juga gitaris grup musik "Uncle Traff".

No comments:

Selamat datang di blog klabklassik, tempat dimana kita bisa berbagi apresiasi, edukasi dan informasi seputar musik klasik.

Dalam ruang maya ini, stereotip tangguh tentang eksklusivitas, kekakuan, dan tak membumi-nya musik klasik akan sama-sama kita upayakan agar cair lewat proses berbagi yang hangat, terbuka, santai, dan penuh cinta.

Mari mengapresiasi dengan hati, lalu ciptakan ruang musik klasikmu sendiri.