Friday, February 17, 2012

KlabKlassik Edisi Playlist #10: Blacklist Wedding Song

 

Tentang Edisi Playlist

Edisi Playlist bertujuan untuk melatih apresiasi. Memberi pengetahuan tentang keberbedaan selera yang berkembang di masing-masing persona, dan bagaimana cara menghargainya. Terlebih ketika hari ini musik sudah jarang sekali diperlakukan sebagai "musik an sich". Musik sekarang kita dengar sebagai latar belakang, mulai dari berbelanja di mal, menonton televisi, hingga menyetir di mobil. Mari kita duduk, menghargai musik sebagai musik, didengarkan dalam entitasnya yang sejati. Semoga ada kebenaran yang bisa diraih disana. Amin.

Tatacara

Peserta kumpul-kumpul berpartisipasi dengan cara membawa satu lagu favoritnya (tidak harus klasik loh!) dalam flashdisk untuk diputar dan diapresiasi bersama-sama. Acara ini gratis dan terbuka untuk umum.

Latar Belakang Edisi Kali Ini

Bulan Februari adalah bulan cinta, katanya. Penyebabnya sudah jelas, adanya perayaan hari Valentine pada tanggal 14 lalu. Berbicara cinta dan musik, playlist kali ini hendak menyikapinya dengan sedikit berbeda.

Ada yang berpendapat bahwa acara pernikahan adalah perayaan cinta (sah-sah saja jika anda hendak didebat). Musik pun jadi bagian penting, terlihat dari populernya "genre" Wedding Song. Namun apa sejatinya wedding song? Mengapa dalam sejumlah pernikahan yang penulis hadiri dalam beberapa tahun terakhir selalu lagu yang sama dimainkan terus menerus? "L - O - V - E", "The Prayer", "Cinta", dan sejumlah lagu wajib lainnya. Apakah memang ada norma yang harus dipatuhi?

Nah, dalam edisi playlist kali ini, peserta diwajibkan membawa sebuah lagu yang menurut peserta pas untuk dimainkan dalam sebuah pernikahan, namun karena berbagai alasan, tidak bisa dimainkan begitu saja.

Silakan! Mari kita rayakan dengan musik-musik yang kita bawa!


No comments:

Selamat datang di blog klabklassik, tempat dimana kita bisa berbagi apresiasi, edukasi dan informasi seputar musik klasik.

Dalam ruang maya ini, stereotip tangguh tentang eksklusivitas, kekakuan, dan tak membumi-nya musik klasik akan sama-sama kita upayakan agar cair lewat proses berbagi yang hangat, terbuka, santai, dan penuh cinta.

Mari mengapresiasi dengan hati, lalu ciptakan ruang musik klasikmu sendiri.