Monday, January 23, 2012

KlabKlassik Edisi Playlist #9: Dari OST Final Fantasy #8 sampai King Crimson

Minggu, 22 Januari 2012

Setelah berbulan-bulan edisi playlist tidak muncul, hari Minggu kemarin akhirnya muncul lagi. Yang hadir tidak terlalu banyak, namun pembahasan melebar hingga dua setengah jam. Ditambah lagi, di tengah-tengah kegiatan, operator Adrian Benn mempresentasikan hal yang menarik: Musik Video Game.
The Fragment of Memory Theme of Final Fantasy 8
Lagu yang dibawa oleh violinis Angsa dan Serigala, Afifa Ayu ini, adalah musik yang keluar dari format string quartet. Katanya, "Karena saya sering dengar kakak saya main game tersebut, jadi terngiang-ngiang." Mas Ismail Reza menyebutkan, "Final Fantasy memang selalu menggarap musik di game secara serius, sehingga impresi pemain menjadi kuat." Musik bawaan Afifa ini menimbulkan diskusi segar yang digagas Benn. Ternyata diam-diam ia membawa materi presentasi tentang evolusi musik dalam game mulai dari console Atari, Nes, SEGA, hingga PC. "Keterbatasan hardware," kata Benn, "Membuat musik pada mulanya hanya dua suara saja, hingga lanjut empat suara, dan akhirnya bisa digital recording." Presentasi Benn ini membuat para peserta playlist jadi diwawaas, ingat masa kecilnya.
 Presentasi Adrian Benn. Foto oleh Ismail Reza.

Nessun Dorma and Joy to the World (Twelve Girl Band)
Lagu yang diputar oleh Benn ini, menampilkan orkestra instrumen Cina yang tampil di Shanghai. Pembahasan menjadi masuk ke perbandingan orkestra instrumen Barat dan instrumen Cina. Kata Diecky, "Bagaimanapun orkestra Barat lebih kompleks daripada Cina. Namun perlu diingat bahwa Cina dalam satu oktaf punya 24 nada yang dua kali lipat lebih banyak dari Barat. Artinya, Cina punya kompleksitas yang lain daripada Barat."

Amazing Grace between Violin and Erhu Instruments
Lagu yang dibawa oleh saya ini adalah lagu Amazing Grace yang ditampilkan oleh dua instrumen yang berbeda dari dua peradaban yang berbeda, yaitu biola dan erhu. Meski sama-sama instrumen gesek, namun nuansa yang hadir berbeda. Kata Afifa, "Biola adalah instrumen ekspresif, namun erhu ternyata lebih ekspresif." Kedua instrumen tersebut memang terdengar berbeda, namun pertanyaan dalam forum itu adalah: apakah cuma bahan dan konstruksinya yang membuat berbeda, atau lebih dari itu, idiom, dialek, cengkok bangsanya juga menentukan instrumen musik apa yang dianggap pantas mewakilinya?

Red (King Crimson)
Menjelang tahun baru Imlek, Mas Reza memutar satu lagu yang mengambil esensi "merah" yang memang terasosiasi dengan perayaan Imlek. "Bedanya", kata Reza sambil menunjukkan sampul album King Crimson, "Di sampul album ini yang dominan justru warna hitam, warna merahnya hanya ada di tulisan Red." Yang ditampilkan oleh Reza adalah progressive rock yang katanya, "Satu dari seratus lagu gitar paling penting versi majalah Rolling Stones." Gara-gara diputarnya lagu ini, pembahasan menjadi melebar, yaitu membahas geliat progressive rock di Indonesia, termasuk keberadaan RIO alias Rock In Opposition yang sangat bersemangat untuk dibahas Diecky di bulan depan.
Minggu depan tanggal 29 Januari, KlabKlassik akan menghadirkan bintang tamu Riyan Hidayat untuk mempresentasikan apa itu musik "Shoegaze". Hadirilah!

No comments:

Selamat datang di blog klabklassik, tempat dimana kita bisa berbagi apresiasi, edukasi dan informasi seputar musik klasik.

Dalam ruang maya ini, stereotip tangguh tentang eksklusivitas, kekakuan, dan tak membumi-nya musik klasik akan sama-sama kita upayakan agar cair lewat proses berbagi yang hangat, terbuka, santai, dan penuh cinta.

Mari mengapresiasi dengan hati, lalu ciptakan ruang musik klasikmu sendiri.