Selamat datang di blog klabklassik, tempat dimana kita bisa berbagi apresiasi, edukasi dan informasi seputar musik klasik.

Dalam ruang maya ini, stereotip tangguh tentang eksklusivitas, kekakuan, dan tak membumi-nya musik klasik akan sama-sama kita upayakan agar cair lewat proses berbagi yang hangat, terbuka, santai, dan penuh cinta.

Mari mengapresiasi dengan hati, lalu ciptakan ruang musik klasikmu sendiri.

Saturday, August 06, 2011

From French with a Lot of Surprises: Liputan Resital Violin dan Viola Satryo Aryobimo Yudomartono

Oleh: Bilawa Ade Respati

Rabu, 13 Juli 2011

Malam itu tidak berlebihan rasanya jika penampilan Satryo Aryobimo Yudomartono, yang akrab dipanggil Bimo, disebut pertunjukan yang special dan penuh kejutan. Penampilan Bimo menyuguhkan kenangan dan kesan tersendiri bagi para penontonnya malam itu dengan suguhan pilihan repertoar, pembawaan, dan permainan instrumennya. Resital dengan judul “Violin and Viola Recital” itu dipertunjukan di Auditorium CCF Bandung pada Rabu (13/7/11) yang lalu. Penampilan Bimo malam itu dinanti oleh banyak penonton, setelah sebelumnya ia “absen” dari pertunjukan musik klasik di Bandung karena studinya di Perancis.

Resital dibuka dengan karya Georg Philipp Telemann, Fantaisie no.9 TWV 40:32. Bimo masuk panggung yang ditata pencahayaannya dengan hangat dan serius. Suasana yang sempat agak tegang ini langsung dicairkan oleh Bimo dengan mengajak penonton bertepuk tangan sambil berjalan masuk. Setelah karya solo dari Telemann, Bimo menampilkan berturut-turut Fantaisie Op. 94 (Hummel), movement pertama dari Concerto in C Minor Op.25 (Bowen), dan Beau Soir (Debussy). Akompanimen piano dari Andrew Sudjana mengiringi kepiawaian Bimo menggesek violin dan viola.

Kemampuan teknik Bimo memukau penonton, terutama pada karya romatik dari Bowen yang menuntut presisi tinggi pada rangkaian scale dan arpeggio, disamping menjaga keindahan estetika yang menjadi ciri romantisisme. Karya Beau Soir, ia persembahkan untuk mendiang kakeknya yang telah berpulang. Alunan melodi khas Debussy memancing suasana haru. Bimo terlihat menitikan air mata, sambil samar-samar terdengar isak tangis yang mungkin berasal dari kerabatnya. Karya yang sangat sentimental ini menutup babak pertama recital dengan tepuk tangan puas dari penonton.

Babak kedua dibuka dengan penampilan karya 3 Pieces for 2 Violin and Piano (Shostakovich) yang Bimo bawakan bersama violinis Fiola Christina Rondonuwu dan pianis Dina Kamalita. Hal yang cukup mengejutkan penonton setelah karya Shostakovich adalah kemunculan MC yang mengatakan bahwa, “Penonton dipersilahkan untuk memotret dengan blitz, menyalakan telepon genggam, bertepuk tangan kapanpun mereka mau, dan ikut bernyanyi jika mengetahui lagu yang dibawakan.” Penonton terlihat sangat penasaran dengan bentuk pertunjukan di babak kedua ini.

Bimo kembali ke atas panggung bersama pianis Fero Aldiansya Stefanus. Bimo bersama dengan Fero menyuguhkan penampilan yang sangat kontras dengan babak pertama. Penampilan pada babak ini sangat komikal, ekspresif, dan penuh kenakalan. Fero dan Bimo seolah sedang bermain-main dengan musik yang mereka bawakan. Lagu – lagu popular dari Czardas, beberapa aransemen jazz, bossa nova, dan tango sukses membuat penonton ikut tertawa dan bersorak.

Bimo sukses mengajak penonton menyanyi bersama saat memainkan medley lagu film animasi anak-anak seperti Doraemon, Sailor Moon, dan Sponge Bob. Bahkan Bimo sempat keluar panggung dan tiba-tiba muncul di belakang penonton. Guru violin-nya dulu, Ammy Kurniawan (4Peniti), di-“paksa” untuk naik panggung bersamanya memainkan improvisasi pada lagu Panon Hideung dan Duo Etude karya Ammy Kurniawan. Bimo dan Fero makin menguasai panggung saat menyuguhkan karya Libertango (Piazzolla) dan encore yang merupakan medley dari lagu-lagu pop justin Bieber, Britney Spears, 7 Icon, dan Smash. Mereka melompat-lompat, berjoget, memukul-mukul instrumen mereka, bahkan mengenakan kaca mata hitam sebagai properti.

Penonton pulang dengan sangat puas, terlihat dari standing applause yang diberikan oleh penonton. Sebuah recital yang lain dari biasanya, karena Bimo berhasil menarik penonton untuk ikut dalam alur musikalnya, dengan rentang repertoar yang luas dan beragam. Bimo kini masih melanjutkan studinya di Perancis di Conservatoire Rayonement Regional de Boulogne-Billancourt dibawah bimbingan Sébastien Levy dan Damien Nedonchelle. Bimo tergabung di beberapa orkes di Perancis diantaranya Orcheste Sostenuto (Direction Takashi Kondo) dan Orchestre de la Cite International de Paris (Direction Julien Leroy & Adrian McDonnell) dan telah mendapat Diplôme d’Etudes de Musique Violon di tahun 2009. Benar-benar sebuah recital yang spesial oleh Satryo Aryobimo!



Foto oleh: Hilmiani Yudomartono dan Arief Darmawan

No comments: