Monday, July 25, 2011

Musik Klasik masuk Pesantren

Minggu, tanggal 24 Juli kemarin, KlabKlassik dipercaya untuk mempresentasikan program-programnya di Pesantren Manba'ul Huda, daerah Cijawura. Hal tersebut dimungkinkan karena sang kepala sekolah, Rosihan Fahmi, menginginkan adanya sentuhan musik bagi siswa-siswinya. Katanya, "Agar pola berpikir mereka tidak jadi hitam putih."

Musik (as-sama') bukanlah sesuatu yang terlalu akrab dengan dunia keislaman, setidaknya itu yang menjadi stereotip. Aliran-aliran tertentu dalam Islam bahkan mengharamkan musik. Contoh konkritnya ada di Afghanistan. Ketika Taliban menguasai pemerintahan, mereka yang ketahuan memutar musik di rumah atau di mobilnya, akan dihukum. Memang tidak dapat dipungkiri bahwa musik punya efek "memabukkan". Dalam kadar tertentu, musik dipercaya dapat membuat insan pendengarnya "melupakan Allah".

Namun pertanyaan kritisnya, apakah dengan demikian tidak ada musik dalam tubuh Islam itu sendiri? Coba dengarkan lantunan adzan ataupun seseorang yang mengaji. Dengan sentuhan "musikal" atau nilai-nilai estetika dalam lantutan tersebut, adzan ataupun ayat-ayat Al-Qur'an bisa lebih masuk ke hati daripada jika diucapkan secara datar. Aliran dalam Islam lainnya, seperti sufisme, bahkan mewajibkan musik sebagai syarat untuk tawajjud alias ekstase. Dalam ekstase ini, makhluk bersatu dengan khalik, tiada perbedaan antara keduanya. Artinya, haramnya musik adalah tergantung dari penggunaannya. Musik itu sendiri secara an sich barangkali susah didefinisikan. Karena apapun bisa jadi musik, seperti bunyi curahan air hujan atau orkestra kodok di sawah. Yang terpenting, tujuan dari penggunaan musik itu sendiri bukanlah untuk menjauhkan diri dari yang khalik. Melainkan justru untuk lebih mengenal-Nya.

Pro dan kontra, halal dan haramnya musik tidak menjadi halangan bagi KK untuk mengenalkan musik klasik di Pesantren Manba'ul Huda. Setiap hari Minggu jam 10.30, KK mendapat kesempatan untuk berbagi dan mengupayakan insan pendengarnya untuk menghargai apapun yang mereka dengarkan. Selain itu, KK juga akan berbagi tentang dasar-dasar bermain musik dalam format solo maupun ensembel. Tidak ada harapan berlebihan yaitu si murid harus mencapai tawajjud. Tujuannya sederhana saja, selain mengasah hati seperti yang kepala sekolah siratkan tadi, KK juga ingin membuat siswa-siswi pesantren mengenal musik secara lebih mendalam, sebagai salah satu ciptaan Allah yang agung.

No comments:

Selamat datang di blog klabklassik, tempat dimana kita bisa berbagi apresiasi, edukasi dan informasi seputar musik klasik.

Dalam ruang maya ini, stereotip tangguh tentang eksklusivitas, kekakuan, dan tak membumi-nya musik klasik akan sama-sama kita upayakan agar cair lewat proses berbagi yang hangat, terbuka, santai, dan penuh cinta.

Mari mengapresiasi dengan hati, lalu ciptakan ruang musik klasikmu sendiri.