Thursday, June 16, 2011

Crafty Days #5: Musik Sore yang Menghebohkan

Minggu, 15 Mei 2011

Crafty Days edisi lima Tobucil, seperti biasa, memilih musik sebagai pamungkas acaranya. Karena diselenggarakan di waktu sore, maka dinamailah Musik Sore. Untuk Crafty Days ini, diundanglah empat pengisi acara, yang pertama adalah Ririungan Gitar Bandung, lalu disambung Grace dan Tesla, Yustinus Ardhitya, dan ditutup dengan Ammy Alternative Strings. Acara yang semestinya dimulai pukul setengah empat ini agak molor karena hujan dan pemasangan sound system yang cukup rumit. Sound System ternyata dipasang cukup serius, plus mixer dan speaker aktif yang mengelilingi beranda mungil Tobucil.
Penampil pertama adalah homeband Tobucil, yakni Ririungan Gitar Bandung (RGB) dari KlabKlassik. Dengan format ensembel gitar akustik, mereka membawakan empat karya sekaligus. Yang pertama Air on G String, lalu Drive My Car, La Cumparsita dan ditutup dengan Canarios. Kecuali lagu nomor dua, sisanya adalah lagu klasik "murni". Meski bermain cukup apik, namun penampilan dari RGB ini belum didukung penuh oleh sound system sehingga volume suara kurang banyak terdengar, terlebih lagi penonton sudah sangat memadati beranda sehingga suara semakin teredam.

Meski tadinya dijadwalkan Yustinus Ardhitya yang mengisi acara berikutnya, namun Grace dan Tesla menawarkan diri untuk main berikutnya. Duo gi tar-vokal ini, meski berbau jazzy, namun berulangkali mereka menekankan bahwa mereka tidak sedang main jazz. Bebas saja, katanya, mau diartikan apa. Mereka berdua membawakan dua karya, yakni Blackbird dari The Beatles, dan Putih Melati dari Guruh Soekarno Putra. Grace dan Tesla, meski cuma berdua, namun sukses menghadirkan suasana mistis. Hal ini terutama keluar dari suara vokal Grace. Berkali-kali ia minta mikrofon diberi reverb atau gema ternyata bukannya tanpa alasan, ia ingin memberi sentuhan mistis itu. Sayang sekali, akibat Grace merangkap jaga stand juga, maka ia cuma menyanyikan dua lagu.
Yustinus Ardhitya hadir berikutnya. Ia bermain gitar vokal dibantu rekannya dengan gitar pula. Ia membawakan karya-karya balada ciptaannya sendiri. Yustinus menampilkan empat lagu, membawa penonton pada suasana lirih, setelah RGB dengan keademannya dan Grace-Tesla dengan kemistisannya. Suara Yustinus termasuk impresif: serak-keras-bertenaga. Genjrengan gitarnya pun asyik dan mantap.
Penampil terakhir adalah Ammy Alternative Strings. Kang Ammy Kurniawan, pemain biola 4 Peniti, hadir beserta murid-muridnya, para pebiola. Kang Ammy sendiri kemarin tidak bermain biola, melainkan gitar. Mereka menampilkan banyak karya, mulai dari tradisional, klasik, hingga pop yang kesemuanya diaransemen ulang dengan gaya alternative strings. Yang paling menarik adalah kala kelompok tersebut membawakan Java Medley yang menampilkan lagu-lagu daerah seperti Cublak-Cublak Suweng, Gundul-Gundul Pacul, Cingcangkeling, Rek ayo Rek, Manuk Dadali dan lain-lain. Gaya alternative strings adalah gaya bermain biola yang bebas dan mengedepankan improvisasi. Walhasil, dengan sajian pemain berbanyakan sejumlah 24 orang plus groove gitar Kang Ammy yang asyik mengiringi, puncak acara Crafty Days pun ditutup dengan manis dan juga heboh.

No comments:

Selamat datang di blog klabklassik, tempat dimana kita bisa berbagi apresiasi, edukasi dan informasi seputar musik klasik.

Dalam ruang maya ini, stereotip tangguh tentang eksklusivitas, kekakuan, dan tak membumi-nya musik klasik akan sama-sama kita upayakan agar cair lewat proses berbagi yang hangat, terbuka, santai, dan penuh cinta.

Mari mengapresiasi dengan hati, lalu ciptakan ruang musik klasikmu sendiri.