Friday, May 20, 2011

Resital Gitar Klasik Solo : Krishnan Mohammad

gambar diambil dari website IMP Guitarworks.

Minggu, 15 Mei 2011

Malam itu hujan sudah turun sejak kira-kira setelah maghrib namun hal itu tidak menyurutkan semangat Klabklassik (KK) untuk menghadiri resital gitar klasik solo dari Krishnan Mohammad SE. KK mengetahui Krishnan Mohammad atau yang akrab dipanggil sebagai ‘Pak Krishnan’ sebagai salah satu gitaris klasik dan guru gitar yang sangat dedikatif di Bandung ini. Resital ini diselenggarakan di Bale Rumawat Padjajaran kampus UNPAD Dipati Ukur.
Saat KK datang ke Bale Rumawat terlihat suasananya masih cukup lenggang. Baru beberapa orang dan keluarga dekat Pak Krishnan yang ada di sekitar lokasi resital. Setelah menunggu beberapa lama dan jumlah penonton telah cukup bertambah kira-kira pukul setengah delapan lebih sedikit resital gitar tersebut dimulai.
Dengan gayanya yang santai, Pak Krishnan membuka konser dan memulai lagu pertamanya dari periode Renaissance yaitu Aria con detta Varoazionne “La Frescobalda” karya Girolama Frescobaldi. Kemudian dengan salah satu karya komponis Barok terkemuka yaitu Johan Sebastian Bach yaitu “Chaconne” from partita in D minor for violin, BWV 1004 yang ditranskripsi oleh Andres Segovia.
Kedua karya tersebut dimainkan dengan baik dan terlihat adanya penjiwaan yang tinggi dalam memainkan karya tersebut. Setelah memainkan dua karya tersebut, Pak Krishnan memberi waktu untuk jari-jarinya beristirahat sebentar sambil bercerita tentang karya yang selanjutnya akan dia bawakan yaitu Grand Solo karya Ferdinando Sor. Grand Solo seperti penjelasan yang diberikan oleh Pak Krishnan begitu pula yang dirasakan oleh KK merupakan suatu karya yang bisa diibaratkan sebagai suatu permainan orkestra yang dimainkan oleh satu gitar. Terkadang terlihat adanya passage-passage yang berbunyi seperti string section, open D string yang seperti timpani, dan bagian-bagian yang terdengar seperti alat-alat musik tiup. Setelah Grand Solo resital dilanjutkan dengan dua lagu dari periode Romantik yaitu Capricho Arabe karya Fransesco Tarrega dan Asturias karya Isaac Albeniz. Kedua karya yang bertingkat kesulitan cukup tinggi itu dimainkan dengan baik dan penuh penghayatan oleh Pak Krishnan. KK sangat menikmati dua karya tersebut karena terasa dengan jelas bahwa suasana yang disampaikan pada tiap lagunya dapat disampaikan dengan baik oleh Pak Krishnan. Tampak jelas walaupun usia Pak Krishnan telah menginjak usia ke 51 namun permainan gitarnya masih prima dan dapat dinikmati.
Resital dilanjutkan dengan karya dari periode modern yaitu “Etude no 11” from Deux Etudes karya Heitor Villa-Lobos. Setelah Deux Etudes dimainkan “Koyunbaba” Suite fur guitar (Opus 19) Part IV pada bagian Prestonya. Karya yang bertingkat kesulitan sangat tinggi ini dimainkan dengan cukup baik dan sepanjang lagu memang terlihat kerumitan dari lagu tersebut. Sebagai karya penutup, dimainkan lagu Jazz yang diaransemen ulang untuk gitar yaitu “All the Things You Are” suatu lagu yang digunakan pada drama musikal Very Warm For May, 1939. Lagu yang dikomposisi oleh Jerome Kern dan liriknya dibuat oleh Oscar Hammerstein II. Lagu ini ditranskripsi untuk dimainkan gitar solo tahun 2011 dan terlihat adanya keseimbangan antara unsur jazz dan gitar klasik yang ada menimbulkan nuansa yang cukup manis. Setelah All The Things you Are kemudian penonton termasuk KK meminta Pak Krishnan untuk membawakan
satu lagu lagi sebagai encore. Akhirnya Pak Krishnan memainkan karya komposisinya sendiri yang berjudul A Three parted Suite for Classical Guitar 2011 “Home nage a Ratnita” yang ditujukan untuk someone special yang ia miliki. Karya tersebut merupakan karya yang bisa dibilang hebat dan cukup terlihat influence-influence yang dimiliki oleh Pak Krishnan dalam memainkan gitar di beragam passagenya.


(dalam konser ini, gitar Krishnan Mohammad disupport oleh IMP Guitarworks)




liputan oleh Afifa Ayu
http://www.sleepingbeautysings.blogspot.com

No comments:

Selamat datang di blog klabklassik, tempat dimana kita bisa berbagi apresiasi, edukasi dan informasi seputar musik klasik.

Dalam ruang maya ini, stereotip tangguh tentang eksklusivitas, kekakuan, dan tak membumi-nya musik klasik akan sama-sama kita upayakan agar cair lewat proses berbagi yang hangat, terbuka, santai, dan penuh cinta.

Mari mengapresiasi dengan hati, lalu ciptakan ruang musik klasikmu sendiri.