Monday, February 28, 2011

Bermain Musik bersama Ammy Kurniawan


Minggu sore itu beranda Tobucil kehadiran rak-rak efek dan amplifier. Ternyata akan diadakan workshop mengenai alternative strings dari Ammy Kurniawan, pemain biola grup band 4 Peniti. Ammy yang cukup aktif di blantika musik nasional sebagai additional player dari beberapa band seperti Rif, Ari Lasso, hingga Nidji, memulai acara ini dengan paparan selama kurang lebih 45 menit. Paparan itu adalah mengenai apa itu alternative strings. Berdasarkan paparan Ammy, alternative strings adalah cara mengekplorasi teknik-teknik dalam bermain biola sehingga sanggup menciptakan efek yang atraktif, menghibur, dan improvisatif. Lagu-lagu yang dimainkan akan terasa berbeda dan lebih hidup, karena basisnya: bermain musik harus senang, dan tidak boleh tertekan. Hal tersebut juga yang ditekankan Ammy berulang-ulang, bahwa kata "main" adalah hal yang penting dalam musik.

Ammy kemudian memulai prakteknya dengan memperagakan beberapa teknik, semisal chop and groove, contoh-contoh improvisasi, dan penggunaan efek-efek. Yang menarik adalah kala Ammy memperagakan looping, Dengan looping, ia bisa membuat empat suara biola sekaligus. Ia menciptakan langsung di tempat, ritmik, bass line, harmoni, hingga melodinya, yang ia beri judul "Orang Sunda". Dengan looping, keempat suara yang ia ciptakan terpisah dapat menjadi satu karya lengkap, seperti beberapa orang sekaligus!

Workshop kemudian menjadi interaktif kala Ammy mengajak beberapa orang yang datang untuk bermain biola. Yang tampil ke depan adalah Fiola dan Brigitta dengan biolanya masing-masing. Namun sayang, lagu Canon yang sudah disodorkan oleh Ammy, tidak disikapi dengan improvisasi bebas oleh kedua violinis tersebut. Ammy mengatakan bahwa ini adalah "penyakit musik klasik", yaitu kala orang terlalu takut dalam bermain musik. Kebetulan saat itu ada murid Ammy bernama Abigail yang berani mencoba berimprovisasi sehingga suasana interaksi kembali terbangun.


Di akhir acara, Diecky berbicara seperti halnya Kiai di penutup film horor. Ia menetralisir dan mendudukkan keadaan menjadi "kembali tertib". Kata Diecky, "Ammy mengajarkan kita untuk menjadikan instrumen barat sebagai sesuatu yang tak harus membuat kita jadi mesti berkiblat kesana (Barat). Instrumen barat adalah cuma alat, untuk mencari tahu jati diri kita sebenarnya. Ya bagi Ammy, orang Sunda itu sendiri. Kesundaan."

Foto oleh Desiyanti Wirabrata

No comments:

Selamat datang di blog klabklassik, tempat dimana kita bisa berbagi apresiasi, edukasi dan informasi seputar musik klasik.

Dalam ruang maya ini, stereotip tangguh tentang eksklusivitas, kekakuan, dan tak membumi-nya musik klasik akan sama-sama kita upayakan agar cair lewat proses berbagi yang hangat, terbuka, santai, dan penuh cinta.

Mari mengapresiasi dengan hati, lalu ciptakan ruang musik klasikmu sendiri.