Monday, January 17, 2011

KlabKlassik: Kenapa dengan Lembaga Pendidikan Musik?




Minggu, 9 Januari 2011

KlabKlassik (KK) hari itu berkumpul sejenak untuk rapat. Rapat soal Akademi KK yang akan diselenggarakan kembali tanggal 3 Februari. Atas dasar itu, pasca rapat ada baiknya kalau KK membahas soal lembaga pendidikan musik. Kenapa? karena pendirian Akademi KK tak lain sebagai bentuk kritik atas lembaga pendidikan musik seperti kampus dan sekolah-sekolah musik yang tengah marak.

Awalnya KK tidak langsung membahas itu, melainkan ngalor ngidul soal kebijakan politik, soal sepakbola, soal pemerataan kemiskinan. Namun kehadiran Diecky di tengah-tengah diskusi langsung menggiring arah pembicaraan untuk mengkritisi lembaga pendidikan musik. Alkisah, Dicky dahulunya adalah seorang dosen di sebuah lembaga pendidikan swasta. Ia keluar, karena tercerabut dari sistem. Merasa bahwa sistem tak demikian cocoknya. Dan ia pun menemukan hal yang sama kala kuliah S2 saat ini. Maksudnya: mahasiswa tidak terbiasa kritis, mereka diajarkan untuk mencatat teori apa saja yang dipaparkan dosennya. Mereka kaget jika ada dosen yang mengajak mahasiswanya untuk kritis.Mahasiswa telah tunduk dan patuh, dan bersaksi bahwa dosen adalah orang yang lebih pandai dari mereka-mereka. Dan kekritisan sesungguhnya mengancam "singgasana" dosen selama ini.

Artinya, memang ini persoalan akademi kebanyakan. Bahwa akademisi seringkali paham teori semata, padahal yang terpenting adalah mengaitkannya dengan disiplin lain, dan mengaplikasikannya dalam kehidupan. "Tidakkah iya, bahwa akademisi adalah orang yang mengukuhkan generasi bangsa yang bermartabat di kala wisuda, tapi di saat yang sama mereka adalah yang membuat macet di jalanan?"demikian salah seorang punggawa KK menukas. Itu pertanda bahwa akademisi berpikir kurang holistik, atau kurang menyadari adanya paradoks dalam tiap-tiap sendi kehidupan. Seperti halnya akademisi jualah yang menyebabkan terjadinya global warming jika tolok ukurnya jumlah kertas yang kita sia-siakan.

Kemudian pembicaraan mengerucut pada penyelenggaraan Akademi KK yang merupakan antitesis dari situasi akademi di atas. Akademi KK kelak akan menyelenggarakan semacam pelatihan teori komposisi musik barok. Formatnya persis seperti kelas-kelas kebanyakan. Namun apa yang jadi perhatian, menurut Diecky, "Adalah bagaimana peserta akademi mampu kritis dan tidak melulu menyerap apa yang diajarkan secara pasif." Apa yang nanti diajarkan adalah komposisi, dan komposisi tentu saja menuntut kreativitas dan kebebasan. Benar-salah bukanlah sesuatu yang patut dibicarakan. Situasi kelas dijamin akan dibuat macam diskusi, dan Diecky selaku dosen tidak akan merasa dirinya superior, begitu menurutnya. Mahasiswa adalah mereka yang mampu memberi masukan bagi dosennya sekalipun. Karena dunia informasi saat ini sangat berlimpah. Mereka yang pintar, jangan-jangan bukan mereka yang secara akademik berstrata lebih tinggi. Melainkan mereka yang punya akses informasi lebih luas.

Sebagai informasi, KlabKlassik memperluas diri dengan tidak hanya beraktivitas di Tobucil. Akademi KK sendiri akan diselenggarakan di ruang alternatif Garasi 10, Jl. Rebana no. 10 setiap hari Kamis jam 18.30 mulai 3 Februari 2010. Informasi keikutsertaan Akademi KK bisa hubungi Syarif di 0817-212-404. Kegiatan KK di Tobucil setiap hari Minggu tetap dilaksanakan seperti biasa.

No comments:

Selamat datang di blog klabklassik, tempat dimana kita bisa berbagi apresiasi, edukasi dan informasi seputar musik klasik.

Dalam ruang maya ini, stereotip tangguh tentang eksklusivitas, kekakuan, dan tak membumi-nya musik klasik akan sama-sama kita upayakan agar cair lewat proses berbagi yang hangat, terbuka, santai, dan penuh cinta.

Mari mengapresiasi dengan hati, lalu ciptakan ruang musik klasikmu sendiri.