Tuesday, October 19, 2010

Classical Guitar Fiesta 2010: Suguhan Konser Gitar yang Panas




Panas diatas bukan semacam kiasan untuk kata "porno" misalnya, tapi memang panas yang nyata. Di Auditorium CCF, Jumat tanggal 8 Oktober itu, tergelar Classical Guitar Fiesta (CGF) 2010 buah karya KlabKlassik, salah satu komunitas yang rajin kumpul-kumpul di Tobucil. Entah AC nya tidak jalan atau penontonnya melebihi kapasitas, yang pasti hampir setiap yang berada di dalam berpeluh keringat. Meski demikian, keadaan tersebut tak menyurutkan minat penonton untuk bertahan di ruangan, meski harus selama hampir tiga jam.


Dari awal acara hingga akhir, penonton disuguhi macam-macam penampil dalam format yang berlainan juga, meski semuanya satu tema: gitar klasik. Penampilan dibuka dengan Ririungan Gitar Bandung, yang dengan format ensembel sepuluh orangnya, menyuguhkan aransemen lagu Drive My Car dari The Beatles. Setelah itu, berturut-turut hadir para penampil dalam format gitar tunggal, yang diseling satu lagu oleh duet gitar dan cello yang memainkan lagu The Swan karya Camille Saint-Saens. Acara yang dipandu oleh MC Royke Ng ini kemudian beristirahat lima belas menit kala konser sudah berjalan 45 menit.

Pasca interval, hadir gitaris asal Meksiko bernama Mulix Cabrera. Penampilannya unik, karena menampilkan lagu tradisional Meksiko dengan iringan petikan gitar, kecapi, dan vokal. MC Royke juga cukup menghibur, dengan mewawancarai Mulix memakai Bahasa Inggris pada mulanya, tapi lama-lama berganti Bahasa Sunda! Ini disebabkan, Mulix sesungguhnya kuliah di STSI selama lebih dari setahun. Setelah Mulix tampil, bergantian kemudian penampilan solo gitar lagi, diantaranya Caessario Toga Sakti Muda Perkasa dengan lagu Dream Adventure, dan Jardika Eka Tirtana dengan lagu Canzonetta karya Felix Mendelssohn.

Dan akhirnya, di penutup, CGF 2010 menghadirkan bintang tamu bernama Phoa Tjun Jit dengan format gitar solo. Gitaris dengan prestasi juara Festival Gitar Klasik Nasional Yamaha 1981 dan Festival Gitar Klasik Asia Tenggara Yamaha 1982 itu, menyuguhkan empat karya aransemennya sendiri. Yang paling menarik bagi saya, adalah aransemen Bengawan Solo karya Gesang. Dibuka dengan petikan khas keroncong, lalu diseling dengan gaya blues, dan ditutup dengan ritmik country. Setelah lagu terakhir When I Am 64 dari The Beatles, penonton tak ingin acara berakhir. Tjun Jit diminta naik panggung lagi membawakan encore. Acara malam itu pun tidak hanya panas, tapi juga hangat. Hehe.

CGF adalah acara rutin dwitahunan dari KlabKlassik. Formatnya adalah konser gitar untuk umum. Jadi, pendaftaran dibuka bebas untuk siapa saja yang mau ikut konser. Hanya saja, untuk kepentingan durasi acara yang terbatas, peserta diaudisi dulu dua minggu sebelum konser. Untuk memberikan bobot lebih pada acara, selalu dihadirkan bintang tamu. CGF 2006 berbintang tamu Royke B. Koapaha, CGF 2008 berbintang tamu Jubing Kristianto, dan CGF kemarin Phoa Tjun Jit. Semua nama-nama tersebut adalah gitaris senior yang telah berprestasi dan malang melintang di dunia pergitaran nasional maupun internasional.

Monday, October 04, 2010

Susunan Acara Classical Guitar Fiesta 2010

1. Ririungan Gitar Bandung
2. Kristianus Tri Adisusanto
3. Kevin Cahyady
4. Kelvin Budiman
5. Liv Audrey Suwandi
6. KlabKlassik Duo
7. Luthfi Farabi
8 Dudung Irfan K.
9 R. Lutfi Latifullah

Interval

10. Mulix Cabrera
11. A. Dennis Morgan Permana
12. Dicky Salam
13. Caessario T.S.M.P.
14. Jardika Eka Tirtana
15. Phoa Tjun Jit

- Disediakan waktu check sound dan coba panggung dari mulai pukul 14.00 sampai 18.00.
- Peserta selambat-lambatnya datang ke CCF pukul 18.30 (Hati-hati parkir susah, sebaiknya parkir di Gramedia, BEC, atau Arcade).
- Memakai pakaian rapih (Sepatu, celana kain, dan kemeja/polo shirt/jas/batik)

Persiapan Menjelang Classical Guitar Fiesta 2010




Tak terasa, sudah dua tahun KlabKlassik berlalu dari acara dwitahunan nya yakni Classical Guitar Fiesta 2008. Sekarang telah menginjak 2010, dan alah, KK kembali menyelenggarakannya. Acaranya berbeda tempat dengan dua tahun lalu yang mana diselenggarakan di Asia Africa Cultural Centre, sekarang ini KK mengembalikan CGF ke Auditorium Centre Culturel Francaise (CCF) seperti tahun 2006. Persiapan kali ini lebih santai dan tidak seperti sebelum-sebelumnya yang kerapkali berlangsung cukup menegangkan. Barometernya, sebelum-sebelumnya KK rajin rapat dan bertemu di beranda Tobucil, dengan suasana yang agak-agak tegang. Sekarang ini hampir tak pernah bertemu, dan konon Royke mengatakan bahwa rapat dilakukan via chatting di YM. Oh teknologi.

Classical Guitar Fiesta adalah konser gitar yang terbuka untuk umum. Maksudnya, siapapun boleh ikut, dengan cara mendaftarkan diri. Untuk menyinkronkan dengan durasi acara, dan lalu menjaga kualitas jua, maka para pendaftar itu kemudian diaudisi oleh tiga orang juri. Nantinya mereka-mereka yang lolos ditampilkan bersama-sama dengan sisipan bintang tamu dan penampil terpilih pilihan panitia.

Audisinya sendiri telah lewat tanggal 26 September lalu, dengan juri Diecky K. Indrapradja, Tono Rachmad S.Pd. serta seorang Meksiko bernama Daniel Cabrera. CGF 2010 akhirnya sukses meloloskan sebelas orang. Sebelas orang tersebut terdiri dari mulai gitaris wanita berusia SMP, hingga seorang yang bisa dikatakan bapak-bapak gaek. Kesebelas tersebut akan tampil di CCF, tanggal 8 Oktober, Jumat ini. Serukah? Insya Allah, dan itu hanya akan kau ketahui jika membeli tiketnya di Tobucil langsung.





CGF 2010
Jumat, 8 Oktober 2010
Pk. 19.00
Auditorium CCF, Jl. Purnawarman no. 32

Informasi tiket:
Tobucil, Jl. Aceh no. 56 (022-4261548)
Syarif (0817-212-404)

Saturday, October 02, 2010

Nikmatnya Jumpa di Luar Beranda





Selama ini, KlabKlassik rajin berkumpul tiap hari Minggu di beranda Tobucil. Ketika libur lebaran, yang mana Tobucil tutup selama lebih dari seminggu, maka KK jadi kehilangan tempat nongkrong. Sebetulnya ini bukan hal yang buruk-buruk amat, mengingat semestinya orang-orang KK juga ikutan libur lebaran, jadi untuk apa tetap nongkrong? Tapi beberapa orang dari KK, yang terutama tidak keluar Bandung, berinisiatif untuk tetap berjumpa, alasannya apa lagi kalau bukan halal bi halal. Salam-salaman agar lebaran menjadi lengkap.

Sesama KK saling mengunjungi rumah masing-masing, bersalaman dengan sanak saudara dari rumah yang dikunjungi, serta basa-basi menyantap makanan yang disediakan pemilik rumah. Sistemnya berputar dan saling menjemput. Saya, bersama Bilawa, Kang Yadi, Kang Yunus, Kang Tikno, serta Kang Aka, adalah pesertanya.

Dalam acara sehari penuh yang dilakukan pada tanggal 14 September itu, KK menyelipkan kunjungan pada rumah pemilik Tobucil, Mbak Tarlen, yang tentu saja sekaligus kakak-adiknya, yakni Mba Kenti, Mba Upi, dan Mas Banung. Inilah untuk pertama kalinya KK khusus bertemu dengan para punggawa Tobucil itu, di luar beranda Tobucil. Menyenangkan, selain karena disuguhi tape ketan serta kue almond buatan Mba Kenti yang sedap (ini serius sedap, pesanlah kapan-kapan), KK juga merasakan suasana kekeluargaan kala bertandang ke rumah. Maksudnya begini, pertemuan di beranda Tobucil adalah jua bersuasana keluarga. Tapi saling mengunjungi dalam suasana lebaran, dengan niat silaturahmi, itu pertanda bahwa antara KK dan Tobucil, tidak berhubungan sebatas “ada maunya” semata. Belakangan ini banyak hubungan yang telah dinilai sebatas. Mesti ada nilai keuntungan praktis yang langsung bisa diterima saat itu juga.

Silaturahmi adalah bentuk penghindaran sikap politis yang berlebihan. Bahwa sesungguhnya, antara KK dan Tobucil hubungannya adalah sebagaimana sesama manusia: bisa saling memerlukan, menolong, dan menyayangi, tanpa ada takaran yang terlalu ketat.

Selamat datang di blog klabklassik, tempat dimana kita bisa berbagi apresiasi, edukasi dan informasi seputar musik klasik.

Dalam ruang maya ini, stereotip tangguh tentang eksklusivitas, kekakuan, dan tak membumi-nya musik klasik akan sama-sama kita upayakan agar cair lewat proses berbagi yang hangat, terbuka, santai, dan penuh cinta.

Mari mengapresiasi dengan hati, lalu ciptakan ruang musik klasikmu sendiri.