Wednesday, June 09, 2010

Pendidikan Musik Milik Semua


(24/5/10)

KlabKlassik kemarin ada usulan menarik: Bagaimana jika dijadikan tiap minggu saja pertemuannya? Melihat ke masa lalu sebentar, KlabKlassik ini awal mulanya nebeng KlabJazz. Dalam artian begini: KlabJazz berkumpul tiap hari minggu, dan jika dalam satu bulan ada minggu kelima, maka KlabKlassik lah yang akan mengisi. Intinya: KlabKlassik berkumpul sekali dalam sebulan, itupun tidak setiap bulan, hanya bulan yang terdapat minggu kelimanya saja. Lalu ketika Tobucil pindah ke Aceh 56, KlabKlassik tidak lagi terikat dengan pertemuan KlabJazz, dan kemudian bertemu jadi sebulan dua kali, yakni di minggu ke-2 dan minggu ke-4.

Itu berlangsung cukup lama, hingga akhirnya Diecky, seorang aktivis merangkap komposer dan dosen, mengajukan ide, “Gimana kalau tiap minggu aja. Minggu ganjilnya, kita pakai untuk semacam kelas teori dan komposisi.” Hal tersebut disambut hangat oleh aktivis klab lainnya. Jadinya, Klab akan mendirikan semacam pelatihan singkat dimana Diecky yang jadi tutornya. Tentu saja ini menjadi ilmu yang sangat bermanfaat bagi klab, karena kurikulum yang ditawarkan oleh Diecky, adalah kurikulum yang 90% mirip dengan kuliah musik. Jadi apa tujuannya? “Agar pendidikan musik menjadi milik semua orang. Bukan cuma milik orang-orang yang bisa membayar untuk masuk sekolah musik ataupun kuliah musik,” tutur Diecky. Jadi nantikan pertemuan perdana Klab di minggu ganjil pertama bulan Juni, yakni tanggal 6 Juni. Kelas teori ini direncanakan akan berbayar, untuk kemudian ditukar dengan peralatan seperti kertas paranada, alat tulis, dan minuman. Berapa bayarnya? Masih Klab bicarakan, dan tenang saja, Insya Allah tidak akan mahal, semahal kuliah yang makin mahal.

No comments:

Selamat datang di blog klabklassik, tempat dimana kita bisa berbagi apresiasi, edukasi dan informasi seputar musik klasik.

Dalam ruang maya ini, stereotip tangguh tentang eksklusivitas, kekakuan, dan tak membumi-nya musik klasik akan sama-sama kita upayakan agar cair lewat proses berbagi yang hangat, terbuka, santai, dan penuh cinta.

Mari mengapresiasi dengan hati, lalu ciptakan ruang musik klasikmu sendiri.