Wednesday, June 02, 2010

Ada Suasana Kompetisi di KlabKlassik

(02/05/10)

Hari itu adalah hari istimewa, atau setidaknya cukup berbeda dari hari-hari biasanya. Hari yang dimaksud, adalah hari berkumpulnya KlabKlassik (KK). Istimewa, karena hari itu ada semacam kompetisi-kompetisian. Begini, Royke, salah seorang punggawa KK, membawa serta muridnya dalam rangka persiapan menuju konser. Konser yang sayangnya, tak semua muridnya boleh ikut, melainkan hanya yang terpilih. Dan hari itulah, hari dimana murid-muridnya terpaksa menerima kenyataan bahwa tak seluruhnya boleh main. Melainkan beberapa saja, dan itu berdasarkan penilaian dua orang juri, yakni Bilawa Ade Respati dan Alhamdulillah, saya sendiri.


Murid yang akan diseleksi, jumlahnya tujuh, yakni: Aline, Dewa, Kevin, Kelvin, Felix, Teja, dan Dicky. Ketujuhnya membawa gitar sendiri-sendiri, dan masing-masing mengambil undian. Dan coba lihat, Royke, guru mereka, adalah sekaligus sebagai MC. Dibuka dengan seolah-olah resmi, suasana menjadi cukup tegang. Dan lihat juga para hadirin, yang sebetulnya aktivis KK juga, tapi mereka bersikap seolah-seolah penonton. Dan jadilah, dalam beranda Tobucil yang kecil mungil, ada suasana kompetisi yang bisa dibilang cukup kuat. Terlebih dengan dua dewan juri yang di tangannya terdapat pulpen dan di mejanya terdapat kertas.


Berturut-turut tampil murid Royke, mulai dari Aline hingga ditutup dengan Dewa. Mereka semua main dua karya (kecuali Dicky satu, karena lagunya panjang). Setiap selesai main, dewan juri membuat suasana menjadi seperti Tobucil Idol dengan langsung mengomentari. Tak hanya itu, ternyata penonton juga diberi kesempatan untuk memberi komentar dan memilih peserta favorit lewat secarik kertas yang dibagikan oleh Royke. Setelah seluruhnya tampil, juri beserta MC rapat untuk menentukan peserta yang lolos, dan akhirnya terpilih Teja, Felix, dan Kevin. Sedangkan peserta favorit terpilih Kelvin karena konon, ekspresinya dinilai sangat baik dan penuh penghayatan.

KK menutup hari itu dengan sumringah, karena memang sangat ingin membuat kondisi sumringah? Mengapa, karena biasanya, kompetisi membentuk adanya jurang superior-inferior. Ini patut dihindari, dan cara salah satunya adalah menempatkan seluruh peserta dalam kondisi kekeluargaan, yang diawali dari banyak teman dan makanan.

No comments:

Selamat datang di blog klabklassik, tempat dimana kita bisa berbagi apresiasi, edukasi dan informasi seputar musik klasik.

Dalam ruang maya ini, stereotip tangguh tentang eksklusivitas, kekakuan, dan tak membumi-nya musik klasik akan sama-sama kita upayakan agar cair lewat proses berbagi yang hangat, terbuka, santai, dan penuh cinta.

Mari mengapresiasi dengan hati, lalu ciptakan ruang musik klasikmu sendiri.