Wednesday, January 20, 2010

Franz Liszt, Merevolusi Citra Piano




Franz Liszt lahir di Raiding, Hungaria, pada 22 Oktober 1811. Adalah ayahnya, seorang petugas di ketentaraan, yang memperkenalkan Liszt pada piano. Pada usia sembilan, Liszt sudah menunjukkan kemajuan pesat dan bisa membuat publik terkagum dalam sebuah konser yang diisi oleh para aristokrat. Kekaguman para bangsawan tersebut membuat beberapa dari mereka tertarik untuk membiayai pendidikan Liszt. Lizst kemudian pergi ke Vienna dan melanjutkan studi bersama Carl Czerny. Setelah itu, ia pergi ke Konservatorium Paris. Meski demikian, ia ditolak karena kewarganegaraan asingnya. Akhirnya, Liszt memutuskan untuk belajar privat pada Reicha dan Paƫr. Pada tanggal 8 Maret 1824, Liszt konser dalam sebuah opera dan memukau banyak hadirin. Sejak itu, ia menjadi idola banyak orang Paris, dan menjadi idola dimanapun ia tampil. Padahal, umurnya belum menginjak 13 tahun.

Ia berkembang menjadi seorang virtuoso muda yang sangat berbakat. Pernah ia tidak tampil dimanapun selama dua tahun, demi memperkuat latihan tangga nadanya. Dari periode persiapan yang keras tersebut, ia dicap sebagai seorang yang mahir dalam berteknik, salah satu pianis terbaik di generasinya. Salah satu pengakuannya datang di tahun 1837, kala ia memasuki “duel” melawan Thalberg dalam satu konser, seorang yang dianggap pianis populer di masa itu. Liszt “memenangkannya”, karena banyak penonton yang lebih menyukainya. Di masa-masa itu, ia juga tur keliling Eropa. Sejak Liszt juga, seorang pianis mulai dikenal sebagai resitalis solo. Sebelumnya, pianis hanya dikenal sebagai pengiring.

Pada tahun 1848, Liszt menjadi seorang Kapellmeister di Weimar. Pada sebelas tahun jabatannya, ia mengembangkan orkestra dan pertunjukan opera pertama. Diantara tahun-tahun itu juga, tepatnya tahun 1849, Richard Wagner mengunjungi Liszt. Mereka berteman, dan akhirnya banyak bekerjasama. Namun puncak hubungan mereka terjadi setelah Liszt menjadi mertua dari Wagner. Anak dari Liszt, bernama Cosima, meninggalkan suaminya dan menikah dengan Wagner.

Pada tahun 1870, Liszt menjadi direktur dari Akademi Musik Budapest. Disana, ia memfokuskan diri pada mengajar, dan banyak menginspirasi murid-murid yang belajar padanya, seperti Tausig, Hans von Bulow, Emil Sauer, dan Moritz Rosenthal. Pada saat penyelenggaraan festival Wagnerian di kota Bayreuth, Jerman, di tahun 1876, Liszt menjadi salah seorang figur yang familiar di kota tersebut. Akhirnya Liszt menjadikan Bayreuth sebagai kota tempat tinggalnya sampai ia meninggal dunia. Liszt meninggal pada tanggal 31 Juli tahun 1886, atau tiga tahun setelah menantunya, Wagner juga meninggal.

Lizst juga adalah seorang komposer yang produktif. Ia menulis banyak karya yang variatif dari segi gaya, namun paling sering adalah gaya romantik yang menggabungkan aspek sentimentalitas dan bombastisitas. Karya-karyanya yang terkenal antara lain Faust, Dante Symphonies, Anees de pelerinage, Les Preludes, Liebestraum, Mephisto Waltz, dan yang paling mahsyur: Hungarian Rhapsody. Pada musik-musik orkestranya, ia banyak terinspirasi aspek dramatikal dari Wagner.

No comments:

Selamat datang di blog klabklassik, tempat dimana kita bisa berbagi apresiasi, edukasi dan informasi seputar musik klasik.

Dalam ruang maya ini, stereotip tangguh tentang eksklusivitas, kekakuan, dan tak membumi-nya musik klasik akan sama-sama kita upayakan agar cair lewat proses berbagi yang hangat, terbuka, santai, dan penuh cinta.

Mari mengapresiasi dengan hati, lalu ciptakan ruang musik klasikmu sendiri.