Sunday, December 20, 2009

Konser itu Datang Jua


Setelah dari Januari 2009 berlatih bersama, akhirnya Ririungan Gitar Bandung (RGB) bermain di konsernya yang pertama. Konser yang digelar dari RGB, oleh RGB, dan untuk RGB. Konser yang pada akhirnya diselenggarakan tanggal 20 November kemarin itu, berlangsung cukup, apa ya, KK sulit menjelaskan, karena KK merupakan penyelenggara. KK akan memaparkan dari sudut pandang persiapan panitia saja:

Konser tersebut cukup rumit, karena apa? Karena banyak sekali pengisi acara, yang juga merupakan orang-orang yang biasa menjadi panitia dalam acara-acara KK. Memang, awalnya, KK mengusulkan, bahwa acara ini mestilah menjadi semacam hadiah, untuk para aktivis klab yang sudah sering susah payah membuat orang lain senang. Orang lain disini, maksudnya, penonton dan pengisi acara. Demikianlah, saking para aktivis klab sudah beberapa kali memanitiai acara, terkadang mereka lupa, apakah mereka juga senang? Maka itu konser RGB ini dibuat, agar salah satunya, kami, para panitia, juga senang. Tapi ujungnya malah, pemain tidak konsentrasi karena mereka mesti juga mengurusi acara, dan sebaliknya.

RGB adalah, kau tahu, kelompok ensembel yang keanggotaannya dibuka untuk umum. Siapa saja boleh ikut, asal membayar biaya anggota sebesar 50.000 per tiga bulan dan bisa baca not balok. RGB ini cukup sering diberitakan di blog Tobucil kemarin-kemarin. Akhirnya diputuskan, bahwa konser RGB, tak cuma RGB yang main, tapi juga beberapa penampil dalam berbagai format. Seperti: Bernadette Yodia dan Yunus Suhendar (gitar solo), KlabKlassik String Trio dan Pirhot Elisa (gitar dan instrument lainnya), serta Royke D-K-K, ISO Divisi Gitar, dan Sebelas Duabelas Guitar Dup (ensembel gitar). Yang kemudian, kesemuanya itu ditutup oleh penampilan RGB dengan empat karya, yakni Canon dari G.Ph. Telemann, Canon in D dari Johann Pachelbel, Lagrima dari Francisco Tarrega, dan The Entertainer karya Scott Joplin. Yang disebut terakhir, dimainkan secara beramai-ramai, dengan seluruh pengisi acara.

Acara yang diberi judul Ririungan Gitar Bandung: Maen! itu, meski cukup rumit karena campuran panitia-pemain itu tadi, tapi Alhamdulillah, cukup memuaskan, setidaknya bagi kami sendiri. Bagi KK sendiri, yang dimaknai dari acara ini, bukan soal apakah acara tersebut diselenggarakan dalam lingkup kecil dan minim sponsor. Tapi lebih ke merupakan, bahwa ada makna yang berbeda bagi setiap pemain. Bagi Yunus Suhendar alias Mas Yunus misalnya. Baginya, ini penampilan debutnya solo di atas panggung, dan itu membangkitkan kepercayaan dirinya. Bahkan ia bersemangat untuk tampil terus pada kesempatan-kesempatan lainnya. Lalu bagi ketua RGB, Sutrisna, ini juga diakuinya sebagai pengalaman berharga, karena ia dipercaya sebagai ketua, dan berperan dalam hampir keseluruhan acara. Pengalaman berharga, mengingat ketika pertama kali ia datang ke klabklassik, KK sempat melihatnya tanpa kata, memojok, dan terasa ada keminderan dalam dirinya. Demikian, dan mungkin juga ada banyak makna yang tersirat dalam setiap penampil yang lain. Yang KK tidak tahu dan tidak perlu tahu. Tapi bukan berarti KK tak peduli, kau tahulah kenapa.


No comments:

Selamat datang di blog klabklassik, tempat dimana kita bisa berbagi apresiasi, edukasi dan informasi seputar musik klasik.

Dalam ruang maya ini, stereotip tangguh tentang eksklusivitas, kekakuan, dan tak membumi-nya musik klasik akan sama-sama kita upayakan agar cair lewat proses berbagi yang hangat, terbuka, santai, dan penuh cinta.

Mari mengapresiasi dengan hati, lalu ciptakan ruang musik klasikmu sendiri.