Monday, October 19, 2009

Bentuk-Bentuk Dasar untuk Musik Instrumen (bagian 2)

Scherzo: Scherzo sangat familiar dalam bentuk orkestra, yang mana seringkali ia menjadi bagian ketiga. Scherzo juga sering dipakai sebagai salah satu gerakan dalam sonata. Dalam konteks ini, scherzo biasa diinterpretasikan sebagai lagu yang berkarakter ringan dan cepat. Ini kurang lebih sesuai dengan arti harfiahnya, yakni "candaan". Meski demikian, Chopin tidak mengacu pada definisi tersebut. Ia menulis empat scherzi untuk piano, dengan karakter yang kuat dan agung.

Tarantella:
Dansa yang sangat cepat, populer di Kota Naples, Italia Selatan. Biasanya dalam ketukan 3/8 atau 6/8. Tarantella yang terkenal adalah milik Chopin berjudul Tarantelle in A Flat Major; Annes de pelerinage karya Liszt; Song Without Words dari Mendelssohn; serta karya Rossini berjudul Peches de vieillesse.

Toccata:
Karya untuk organ atau piano, bergaya improvisasional dan karyanya menekankan pentingnya virtuositas sang pemain.
Awal mula dipakainya kata "toccata" ditemukan pada publikasi pada tahun 1508. Bagian prelude dalam karya Monteverdi yang berjudul Orfeo adalah toccata. Namun para kontrapungtis awal semacam Gabrielis dan Sweelinc yang pertama mengembangkan bentuk toccata, dan kemudian dikembangkan lagi secara lebih luas oleh para komposer organ semisal Frescobaldi, Froberger, Scheidt, dan Buztehude. Toccata kemudian mengalami puncaknya pada karya Johann Sebastian Bach. Yang paling terkenal adalah Toccata in D Minor yang menunjukkan kekuatan yang dramatis dan efek yang kuat. Toccata lain dari Bach adalah toccata di C mayor, yang terdiri dari tiga bagian: bagian pertama adalah toccata itu sendiri, bagian dua adalah bagian adagio yang pendek, dan ketiga adalah fugue yang agung.
Setelah periode Bach, ada beberapa toccata lagi yang terkenal, diantaranya karya Schumann untuk piano dan Ravel yang berjudul Le Tombeau de Couperin untuk piano.

No comments:

Selamat datang di blog klabklassik, tempat dimana kita bisa berbagi apresiasi, edukasi dan informasi seputar musik klasik.

Dalam ruang maya ini, stereotip tangguh tentang eksklusivitas, kekakuan, dan tak membumi-nya musik klasik akan sama-sama kita upayakan agar cair lewat proses berbagi yang hangat, terbuka, santai, dan penuh cinta.

Mari mengapresiasi dengan hati, lalu ciptakan ruang musik klasikmu sendiri.