Monday, October 19, 2009

Bandung String Camp

Pada Januari 2010 mendatang, Classicorp Indonesia akan mengadakan Bandung String Camp, sebuah program pendidikan untuk meningkatkan kualitas permainan maupun pengajaran alat musik gesek (string) di Indonesia, terutama di kota Bandung.

Melihat pesatnya pertumbuhan peminat alat musik ini, Classicorp bermaksud membuka berbagai kesempatan bagi musisi-musisi muda maupun musisi amatir yang menekuni alat musik biola, biola alto, cello dan kontrabas untuk meningkatkan wawasan, pengetahuan maupun kemampuan teknis mereka. Ini dilakukan dengan mengundang beberapa musisi yang kompeten dari negara tetangga seperti Singapura dan Malaysia untuk membagikan ilmu yang mereka miliki.

Dilangsungkan selama 3 hari, program ini dibuka untuk instrumen biola, biola alto, cello dan musik kamar. Selain master class, dalam program ini akan juga diadakan lokakarya (workshop) dan program diskusi, sehingga program ini bisa diikuti tidak hanya oleh musisi tingkat tinggi, melainkan juga musisi-musisi pemula dan muda yang baru menekuni instrumen tersebut di atas. Untuk pilot project ini, Classicorp mengundang Brian Larson, anggota Malaysian Philhamornic Orchestra dan Leslie Tan, anggota T’ang Quartet yang ternama dan pengajar di Yong Siew Toh Conservatory, Singapura, untuk membagikan ilmu yang mereka miliki.



Informasi selengkapnya mengenai kegiatan ini dapat diakses melalui homepage Classicorp

Romeo dan Juliet: Opera Cinta nan Abadi


Romeo dan Juliet adalah opera dalam lima babak karya Charles Gounod. Diangkat dari karya sastra William Shakespeare. Penampilan pertama adalah di Theatre Lyrique, Paris, 27 April 1867.

Alkisah, di sebuah pesta topeng milik keluarga Capulet, Juliet mengekspresikan kegembiraannya hari itu dalam sebuah waltz berjudul Je veux vivre dans ce reve. Romeo, seorang anak dari keluarga Montague ikut pesta. Akibat keberadaan Romeo yang diketahui Tybalt, sepupu dari Juliet, Romeo pun diminta pergi. Larangannya tersebut tidak terlepas dari permusuhan keluarga Capulet dan Montague yang dianggap sudah bebuyutan.

Romeo dan Juliet pelan-pelan saling jatuh cinta. Di bawah jendela kamar Juliet, Romeo sering bernyanyi serenade berjudul Ah, leve-toi, soleil. Juliet menanggapi nyanyian tersebut, dan seringkali terpotong oleh panggilan dari perawatnya.

Karena dilarang oleh kedua orangtua masing-masing, mereka menikah secara rahasia di sel yang ditempati oleh Pendeta Laurence. Keadaan kemudian tidak serta bahagia setelah mereka menikah. Terjadi perang terbuka antara keluarga Capulet dan Montague, yang menyebabkan terlukanya kawan Romeo bernama Mercutio. Romeo membalas dendam dan berbuntut kematian Tybalt; yang membuat Romeo mesti diasingkan.

Sadar akan diasingkan, Romeo masuk ke kamar Juliet untuk mengucapkan perpisahan. Bersamaan dengan itu, Pendeta Laurence mengumumkan kabar menyedihkan: Sudah diatur pernikahan bagi Juliet di Paris, yang mana sang mempelai pria sudah ditentukan oleh sang ayah. Juliet tidak mau pernikahan itu terjadi, dan akhirnya meminum ramuan dari sang pendeta, agar ia mati suri. Pendeta sengaja memberikan ramuan itu, agar pernikahan batal dan Juliet bisa pergi bersama Romeo. Juliet "mati" di pelukan ayahnya, pernikahan tersebut pun seperti diduga, tidak terjadi.

Romeo yang mengetahui kabar kematian Juliet, mendatangi rumah duka dengan sangat sedih. Menyanyikan hymne untuk kecantikannya, berjudul Salut! tombeau sombre et silencieux. Karena tidak tahu bahwa kematian itu sementara, Romeo memutuskan untuk ikut mati dengan minum racun. Tak lama setelah Romeo meninggal, Juliet bangun dari mati surinya. Mendapati sang suami meninggal, Juliet ikut mati dengan menikam diri.



Sumber literatur: Ewen, David. The Home Book of Musical Knowledge. Prentice Hall, Inc. 1954. Hal 271-271.

Bentuk-Bentuk Dasar untuk Musik Instrumen (bagian 2)

Scherzo: Scherzo sangat familiar dalam bentuk orkestra, yang mana seringkali ia menjadi bagian ketiga. Scherzo juga sering dipakai sebagai salah satu gerakan dalam sonata. Dalam konteks ini, scherzo biasa diinterpretasikan sebagai lagu yang berkarakter ringan dan cepat. Ini kurang lebih sesuai dengan arti harfiahnya, yakni "candaan". Meski demikian, Chopin tidak mengacu pada definisi tersebut. Ia menulis empat scherzi untuk piano, dengan karakter yang kuat dan agung.

Tarantella:
Dansa yang sangat cepat, populer di Kota Naples, Italia Selatan. Biasanya dalam ketukan 3/8 atau 6/8. Tarantella yang terkenal adalah milik Chopin berjudul Tarantelle in A Flat Major; Annes de pelerinage karya Liszt; Song Without Words dari Mendelssohn; serta karya Rossini berjudul Peches de vieillesse.

Toccata:
Karya untuk organ atau piano, bergaya improvisasional dan karyanya menekankan pentingnya virtuositas sang pemain.
Awal mula dipakainya kata "toccata" ditemukan pada publikasi pada tahun 1508. Bagian prelude dalam karya Monteverdi yang berjudul Orfeo adalah toccata. Namun para kontrapungtis awal semacam Gabrielis dan Sweelinc yang pertama mengembangkan bentuk toccata, dan kemudian dikembangkan lagi secara lebih luas oleh para komposer organ semisal Frescobaldi, Froberger, Scheidt, dan Buztehude. Toccata kemudian mengalami puncaknya pada karya Johann Sebastian Bach. Yang paling terkenal adalah Toccata in D Minor yang menunjukkan kekuatan yang dramatis dan efek yang kuat. Toccata lain dari Bach adalah toccata di C mayor, yang terdiri dari tiga bagian: bagian pertama adalah toccata itu sendiri, bagian dua adalah bagian adagio yang pendek, dan ketiga adalah fugue yang agung.
Setelah periode Bach, ada beberapa toccata lagi yang terkenal, diantaranya karya Schumann untuk piano dan Ravel yang berjudul Le Tombeau de Couperin untuk piano.

Selamat datang di blog klabklassik, tempat dimana kita bisa berbagi apresiasi, edukasi dan informasi seputar musik klasik.

Dalam ruang maya ini, stereotip tangguh tentang eksklusivitas, kekakuan, dan tak membumi-nya musik klasik akan sama-sama kita upayakan agar cair lewat proses berbagi yang hangat, terbuka, santai, dan penuh cinta.

Mari mengapresiasi dengan hati, lalu ciptakan ruang musik klasikmu sendiri.