Sunday, September 06, 2009

Sutrisna: Dedikasi dari Hati


Begini, sebenarnya maksud KlabKlassik (KK) adalah mewawancara Sutrisna, atau biasa KK panggil Kang Trisna. Tidak ada alasan KK untuk tidak mewawancarainya, apa lagi kalo bukan dedikasi tinggi Kang Trisna dan posisinya sebagai ketua RGB (Ririungan Gitar Bandung). Hanya saja, ketika pertanyaan-pertanyaan selesai diajukan via e-mail, -tidak seperti responden lain yang menjawab per pertanyaan- Kang Trisna memilih untuk menuliskannya secara narasi dalam paragraf. Tadinya KK bersikukuh untuk memecah paragraf ini kembali ke bentuk tanya jawab, tapi setelah melihat narasinya sudah baik, jadinya KK biarkan saja, dengan sedikit editan. Jadilah ini, Sutrisna, siapakah dia?

Saya lahir pada tanggal 5 September 1973. Saya mulai belajar gitar sekitar tahun 2000, telat memang, di usia 27 baru belajar :-). Kenapa memilih gitar? saya kesulitan kalau ditanya alasan memilih gitar, ada banyak pernyataan yang bisa dicari cari, misalnya karena bentuknya sexy mirip body perempuan dan karena praktis bisa dibawa kemana-mana. Saya juga bisa tuliskan alasan-alasan lainnya tapi alasan sebenarnya sy sendiri tak tahu, sudah takdir, itu mungkin jawaban yang paling tepat: Tuhan menakdirkan sy untuk memilih gitar daripada alat musik lain.

Perkenalan dengan KK, dimulai dari menghadiri pertemuan-pertemuan KlabJazz. Dari situ saya mengetahui adanya KK, yang mana setelah saya mencoba menclok, ternyata atmosfer KK membuat saya betah. Diskusi-diskusi dan seminar yang diadakan KK membuat pengetahuan saya tentang musik klasik menjadi bertambah. Sy bahkan merasa KK tuh seperti perpustakaan; buku-buku, partitur-partitur, juga CD musik atau DVD yang teman-teman punya membuat saya kagum. Terimakasih teman-teman, karena mau meminjamkan itu semua, kalian baik, he he...

Menurut saya keberadaan KK itu penting, ada pandangan yang beredar di masyarakat, bahwa musik klasik itu musik kuno, berat, kaku dan susah dinikmati. Di sinilah peran KK, merubah pandangan-pandangan seperti itu. Siapapun bisa bermain, mengapresiasi dan menikmati menikmati musik ini. Selain itu KK juga bisa juga menjadi tempat belajar, tempat belajar yang bebas, tidak dibatasi oleh aturan-aturan. KK bisa dimana saja, cuma kebetulan sekarang bermarkas di tobucil, tapi sebenarnya kegiatan KK bisa dimana saja semua bisa gabung tanpa dipungut biaya, gratis, he he... Buat saya KK adalah pemberontak, :-).

Perasaan jadi ketua RGB?, awalnya tidak percaya, kenapa teman-teman lain mempercayakan pada saya, mungkin karena usia saya paling tua dibanding teman-teman lain, he he..., tapi apapun alasan teman-teman untuk memilih, saya ucapkan trimakasih tak terhingga, buat kepercayaan dan dukungannya.

Harapan
, semoga RGB menjadi tempat yang mempersatukan gitaris-gitaris klasik (atau yang bukan pemain, tapi menyukai gitar klasik) yang ada di Bandung, tanpa menutup kemungkinan dari daerah lain, (saya juga dari subang, he he..) kita hargai perbedaan, biarlah perbedaan menjadi indah, seperti pelangi yang disusun dari banyak warna berbeda, seperti sebuah komposisi lagu, disusun dari not-not/bunyi bunyi berbeda yang menghasilkan harmoni. Perbedaan usia dan kemampuan teknis permainan bukan halangan untuk kita main bersama di RGB, tak ada yang lebih hebat, lebih penting, semua saling membutuhkan, saling mengisi.
Satu dari sekian banyak keinginan saya adalah ingin menulis, mendokumentasikan perihal semua yang ada hubungannya dengan musik, mungkin itu bisa berguna buat yang membutuhkannya. Saya nikmati dan hayati hidup ini, hidup yang membawa ke wilayah-wilayah yang tidak pernah terbayangkan sebelumnya. Tak pernah terbayangkan sebelumnya saya bermain gitar, butuh awalnya saya kesulitan dan pernah terbersit untuk berhenti belajar karena lelah akan pencapaian yang didapat, sedikit demi sedikit saya belajar, memperbaiki diri, karena jika memainkan alat musik dengan baik, maka kita harus memperbaiki diri kita dulu, jiwa dan raga kita. Mungkin usaha yg saya lakukan harus lebih keras dan butuh waktu lebih lama jika dibanding orang lain, tapi pengalaman membuktikan bahwa usaha, kerja keras dan kesabaran bisa menghantarkan pada apa yang kita tuju/ingin dicapai.

Hidup sudah mempertemukan saya dengan KK, terima kasih buat semuanya. Terimakasih juga buat orang-orang yang pernah mengajari sy bermain gitar, terutama untuk Om Venche Manuhutu dan Bilawa Ade Respati, trimakasih untuk kesabarannya, :-)
Hatur nuhun

No comments:

Selamat datang di blog klabklassik, tempat dimana kita bisa berbagi apresiasi, edukasi dan informasi seputar musik klasik.

Dalam ruang maya ini, stereotip tangguh tentang eksklusivitas, kekakuan, dan tak membumi-nya musik klasik akan sama-sama kita upayakan agar cair lewat proses berbagi yang hangat, terbuka, santai, dan penuh cinta.

Mari mengapresiasi dengan hati, lalu ciptakan ruang musik klasikmu sendiri.