Thursday, August 06, 2009

Bentuk-Bentuk Dasar untuk Musik Instrumen (Bagian 1)

Passacaglia: Asal mulanya adalah tarian Spanyol dalam tempo lambat, namun ditransformasikan ke dalam musik organ oleh para komposer Italia. Bentuknya kurang lebih mirip dengan chaconne (berkarakter empat ketuk yang mana secara konstan mengulang bunyi bas, dan di sisi lain, trebelnya memainkan variasinya). Frescobaldi dan Buxtehude adalah awal mula komposer yang menuliskan passacaglia dengan sangat baik untuk organ. Bach kemudian mengevolusinya ke dalam karyanya, Passacaglia in C Minor, yang mana ditranskripsi ke dalam banyak instrument, termasuk simfoni orkestra. Pasca-Bach, banyak sekali contoh passacaglia, seperti Thirty Two Variations karya Beethoven untuk piano, sera Brahms dalam bagian terakhir Fourth Symphony.

Rondo: Bentuk yang amat populer di akhir abad ke-18 dan awal ke-19, biasanya digunakan pada piano oleh para komposer Era Klasik. Jika diibaratkan abjad, maka dalam rondo ada yang disebut “A”, yakni bagian utama yang sering diulang beberapa kali dalam satu karya; lalu bagian “B”, “C”, dan “D” merepresentasikan bagian lainnya. Rondo biasanya merupakan kombinasi dari A-B-A-C-A, A-B-A-C-A-D-A, atau terkadang A-B-A-C-A-B-A.
Bentuk rondo merupakan pengembangan dari kombinasi tarian abad ke-13, serta nyanyian abad ke-15 dari Prancis yang dikenal dengan nama rondeaux. Rondo pertama dalam instrumen ditemukan pada literatur untuk harpsikor. Contoh yang baik untuk sebuah rondo ditemukan pada karya Joseph Haydn berjudul Gypsy Rondo untuk piano. Mozart juga menulis rondo untuk solo piano, piano dan orkestra, violin dan orkestra, serta horn dan orkestra. Beethoven juga membuat beberapa rondo untuk piano serta violin dan piano.

Rhapsody: Salah satu bentuk dalam musik piano. Rhapsody diciptakan oleh seorang komposer asal Bohemia bernama Tomaschek, yang mana ia menghasilkan enam karya rhapsody. Franz Liszt menjadi yang terdepan dalam pembuatan karya rhapsody secara nominal, dengan lima belas karyanya yang berjudul Hungarian Rhapsody. Liszt mengambil materi rhapsody tersebut dari musik tradisional Hungaria-Gipsi. Adapun Brahms juga membuat tiga rhapsody untuk piano, yang diambil dari konsep Yunani Kuno: Puitis dengan karakter epik dan heroik. Rhapsody juga sering dipakai di musik orkestra pada perkembangan berikutnya.

No comments:

Selamat datang di blog klabklassik, tempat dimana kita bisa berbagi apresiasi, edukasi dan informasi seputar musik klasik.

Dalam ruang maya ini, stereotip tangguh tentang eksklusivitas, kekakuan, dan tak membumi-nya musik klasik akan sama-sama kita upayakan agar cair lewat proses berbagi yang hangat, terbuka, santai, dan penuh cinta.

Mari mengapresiasi dengan hati, lalu ciptakan ruang musik klasikmu sendiri.