Thursday, August 06, 2009

Latar Belakang dan Permulaan Masa Barok (Bagian 1)

Latar Belakang Masa Barok
Istilah "Barok" biasanya dipakai oleh para sejarawan dalam bidang musik untuk mengklasifikasikan musik yang diciptakan antara tahun 1600-1750. Istilah ini juga dipakai dalam bidang seni lukis, seni patung, dan arsitektur. Akan tetapi, kata Barok tidak digunakan orang pada zaman itu, dan hanya bersifat istilah untuk mempermudah definisi dari suatu gaya utama pada masa tersebut. Awal dan akhir masa Barok tidak dapat ditentukan dengan pasti. Tidak ada perubahan gaya yang terjadi secara dramatis atau dengan tiba-tiba pada tahun 1600 atau tahun 1750. Sebenarnya, dapat diamati suatu transisi yang terjadi perlahan-lahan pada tahun 1580-1630. Ada suatu masa transisi lagi yang terjadi antara tahun 1725-1760, pada masa kahir Barok. Proses transisi yang tidak sama di setiap negara Eropa Barat. Seperti dalam masa transisi, ada kecenderungan pada konservatisme dari sebagian komponis, sementara pada komponis lain memelopori jenis-jenis dan gaya-gaya musik yang baru.
Sebelum membahas awal dari gaya Barok dalam musik, sebaiknya kita terlebih dahulu memperhatikan garis-garis besar latar belakang masa itu, supaya kita mendapat perspektif yang lebih luas.
Italiapada masa Barok belum berupa negara kesatuan, hanya suatu daerah besar yang terdiri dari bagian-bagian yang dikuasai oleh Spanyol dan Austria, provinsi-provinsi yang diperintah langsung oleh Paus dan enam negara kecil yang bersifat independen, misalnya, Venezia, Florenzia, serta Napoli. Walaupun Italia mendominasi masa Barok dalam musik, khususnya pada abad ke-17, ada juga suatu gaya musik nasional yang berkembang di Prancis setelah tahun 1630-an yang sanggup membatasi pengaruh musik Italia di sana selama hampir 100 tahun.
Di Jerman, perkembangan musik sangat dihambat dan diancam oleh musibah peperangan 30 tahun (1618-1648), namun sesudahnya musik Jerman meningkat dengan pesat menjadi setingkat dengan musik J.S. Bach. Seperti Italia, Jerman belum bersatu dan masih terdiri dari banyak kerajaan kecil. Di Inggris, masa "emas" dalam musik (1590-1625), yang dibahas dalam bab 16, dihancurkan oleh Perang Saudara dan Masa Republik (1642-1660).
Setelah tahun 1660, suatu gaya nasional yang kuat dibangkitkan kembali. Namun, gaya khas ini hanya berlangsung sampai akhir abad ke-17, sebelum dikuasai oleh musik Italia pada awal abad ke-18, misalnya opera-opera Italia ciptaan Handel.
Antara tahun 1600 sampai 1750, termasuk permulaan masa penjajahan Indonesia oleh Belanda, adalah suatu masa pemerintahan absolut di Eropa. Banyak istana Eropa menjadi pusat musik utama. Istana yang paling mengesankan, yang menjadi teladan bagi semua raja dan para pangeran selama akhir abad ke-17 dan awal abad ke-18, adalah Istana Raja Louis XIV dari Prancis (yang berkuasa antara tahun 1643-1715).
Gereja masih mendukung kegiatan musik, namun peranannya masih berkurang dibandingkan dengan masa Renaisans atau sebelumnya. Konser-konser umum yang komersial sifatnya belum dibudayakan di Eropa. Namun, ada beberapa himpunan yang mulai mementaskan opera atau menyelenggarakan konser-konser untuk anggota-anggota mereka.
Kesusastraan dan kesenian lain dibidang musik berkembang sepanjang masa Barok. Penulis dan penyair yang berkarya selama abad ke-17 termasuk John Donne dan John Milton di Inggris, Cervantes di Spanyol, Corneille, Racine, dan Moliere di Prancis. Daerah Belanda menghasilkan lukisan-lukisan yang agung dari Rubens dan Rembrandt. Filsafat dikembangkan oleh tokoh-tokoh seperti Bacon, Rene Descartes, dan Liebniz serta sains mulai menjadi bidang yang penting melalui tokoh-tokoh seperti Galileo, Keppler, dan Isaac Newton.


Sumber: McNeill, Rhoderick. Sejarah Musik 1. BPK Gunung Mulia. Jakarta: 1998. Hal 170-172

No comments:

Selamat datang di blog klabklassik, tempat dimana kita bisa berbagi apresiasi, edukasi dan informasi seputar musik klasik.

Dalam ruang maya ini, stereotip tangguh tentang eksklusivitas, kekakuan, dan tak membumi-nya musik klasik akan sama-sama kita upayakan agar cair lewat proses berbagi yang hangat, terbuka, santai, dan penuh cinta.

Mari mengapresiasi dengan hati, lalu ciptakan ruang musik klasikmu sendiri.