Saturday, August 29, 2009

Balada Konser yang Tertunda



diambil dari www.tobucil.blogspot.com

Malam itu ada konser lagi, letaknya sama, CCF namanya. Namun pengisinya beda lagi, sekarang bernama Fauzie Wiriadisastra dan Andrew Sudjana. Siapa mereka? Yang satu pemain flute, satu lagi piano, mereka main bersama, namanya duet. Lagu pertama, konsepnya cukup unik, Fauzie minta tiada lampu satupun yang dinyalakan, auditorium gelap gulita. Penonton celingak-celinguk, setelah disuguhkan MC yang tidak muncul ke panggung (invisible kalo bahasa YM), sekarang mereka dihadapkan pada kegelapan. Lalu sayup-sayup terdengar bunyi suling baja itu, mengalun lirih dan merintih. Menyanyikan karya Debussy berjudul Syrinx. Apa itu Syrinx? Itu nama alat tiup yang dipakai Pan, Dewa dalam mitologi Yunani yang mirip kambing. Saat itu Fauzie masih sendiri, Andrew gundah gulana di samping panggung. Beres lagu pertama, panitia menyalakan lampu, oh, penonton lega, melihat kerabat di kiri kanannya masih ada. Sekarang Andrew naik panggung, jadilah mereka berdua.
Lagu kedua katanya susah sekali. ”Main Bach itu, orang yang belajar sebulan dan setahun bisa sama saja hasilnya, bahkan sering lebih bagus yang sebulan,” demikian pengakuan Fauzie kepada Tobuciler. Lalu Tobuciler mengamati, ah, tidak, mereka tetap bermain apik biarpun belajar sepuluh bulan. Iya lah, Fauzie kan bilangnya sebulan atau setahun, sepuluh bulan tidak ia teliti. Sesi pertama ditutup dengan lagu karya komposer lokal berjudul Rescuing Ariadne. Komposer lokal itu yakni Ananda Sukarlan.
Masuk sesi dua, diawali piano solo dari Andrew Sudjana, judulnya Jeux d’eau karya Maurice Ravel. Kau tahu, lagu inilah yang membuat Andrew cedera sehingga konser yang seyogianya tanggal 31 Juli itu jadi kamis kemarin. Awalnya cederanya memang gara-gara jatuh menahan motor, namun saat itu tak terasa apa-apa. Puncaknya terjadi ketika ia berlatih Jeux d’eau ini. Yang membuat ia langsung menelpon Fauzie di tengah malam tanggal 29 Juli, mengabarkan hal buruk yakni pembatalan hari konser. Tapi di konser kemarin Andrew nampak prima, tak terasa itu bekas-bekas cedera. Penonton memberi aplaus panjang, yang artinya mereka senang. Sesi kedua konser ditutup oleh suita dari John Rutter dan Concertino Op. 107 dari Cecile Chaminade. Dua lagu yang menarik itu membuat penonton tepuk tangan tak berhenti, namanya encore. Encore menghasilkan kedua pemain yang mestinya pulang, jadinya naik panggung lagi, memainkan lagu bonus. Yang ini lagunya terkenal, judulnya Badinerie karya Bach, mengapa terkenal? Karena sering dijadikan ringtone HP Nokia. Konser ditutup dengan pembagian karangan bunga. Semua senang, senang semua, viva la musica.

No comments:

Selamat datang di blog klabklassik, tempat dimana kita bisa berbagi apresiasi, edukasi dan informasi seputar musik klasik.

Dalam ruang maya ini, stereotip tangguh tentang eksklusivitas, kekakuan, dan tak membumi-nya musik klasik akan sama-sama kita upayakan agar cair lewat proses berbagi yang hangat, terbuka, santai, dan penuh cinta.

Mari mengapresiasi dengan hati, lalu ciptakan ruang musik klasikmu sendiri.