Monday, December 29, 2008

Afifa Ayu, Violinis Muda yang Tengah Beranjak Dewasa

Sebagai ruang apresiasi yang bersifat terbuka, memang kerap menjadi kendala untuk mengidentifikasi siapa sesungguhnya ”anggota” KlabKlassik (KK). Meski demikian, KK tak pernah lupa pada orang-orang yang –sesedikit apapun- pernah bersentuhan dengan kegiatan KK. Mereka-mereka itu yang barangkali bisa disebut ”anggota” KK.













Afifa Ayu adalah salah seorang yang cukup sering berinteraksi dengan KK. Awal perkenalan violinis muda ini dengan KK ada pada sekitar pertengahan tahun 2006. Kala itu KK mengadakan pertemuan ketika masih di Kyai Gede Utama no. 8. Sebagai pemanis suasana, KK mengundang violinis Ammy C. Kurniawan dan murid-muridnya, yang mana salah satunya adalah Afifa ini. Duet Ammy dan Afifa mengundang decak kagum. Lewat karya Korobushka, Afifa, yang kala itu barangkali masih kelas 1 SMA, mampu mengimbangi kecepatan permainan gitar Ammy (yang memang pandai juga bermain gitar). Sejak saat itu, Afifa nyaris tidak pernah luput mengikuti kegiatan klab. Kalaupun sesekali absen, ijin dan permintaan maaf yang tulus darinya selalu membuat awak KK terharu. Maklum, Afifa muda tak selamanya muda. Ia kini beranjak dewasa, kesibukan meningkat, tuntutan membanyak. Berikut petikan wawancara KK dengan Afifa yang lahir di Bandung, 27 Juni 1991 dan sekarang sudah duduk di kelas 3, SMAN 3 Bandung.


KK: Halo Afifa, sekarang lagi sibuk apa?

Afifa Ayu (AA): Sekolah mempersiapkan diri untuk UN dan ujian masuk universitas. Selain itu saya juga les biola, mengikuti Twilite Youth Orchestra, Bandung String Ensemble, Angsa dan Serigala Band, serta tentu saja, aktif di Klabklassik.

KK: Eh, Afifa, langsung aja yah, sebenarnya awal ketertarikan pada violin itu bagaimana mulanya?
AA: Awalnya tidak ada alasan khusus yang melatarbelakangi ketertarikan pada violin, awalnya hanya ingin mencoba. Namun setelah itu menjadi sangat mencintai violin, karena bagi saya violin itu alat musik yang unik dan menyenangkan untuk dimainkan. Bunyi yang dihasilkan begitu manis, bentuknya yang begitu artistik dan tingkat kesulitan yang cukup menantang mungkin menjadi awal ketertarikan kepada violin.

KK: Lantas, siapa guru yang berkesan untuk kamu?
AA: Setiap guru yang pernah mengajar saya telah memberikan kesan-kesan yang berbeda. Guru musik yang memberikan kesan paling dalam bagi saya ialah Ammy Ch. Kurniawan, guru biola saya. Disanalah saya pertama kali mengenal biola dan mulai belajar untuk memainkan musik dari hati serta untuk selalu menghargai permainan kita dengan segala style dan keunikan kita sendiri-sendiri. Bagi saya, Kak Ammy bukanlah sekedar guru biola namun sudah menjadi seorang kakak tempat saya bernaung dalam hal musik ataupun hal yang lainnya.

KK: Apa makna violin untuk Afifa?
AA: Bagi saya violin ialah cara untuk mengekspresikan diri saya. Semua orang pasti mempunyai media yang berbeda-beda untuk mengekspresikan dirinya, dan saya merasa violin ialah hal yang paling tepat untuk mengekspresikan diri saya, berbagai macam perasaan yang saya rasakan dapat dituangkan dalam nada-nada lagu yang saya mainkan melalui violin. Violin juga merupakan media bagi saya untuk membuka lingkup pergaulan yang baru, bertemu dan berkenalan dengan orang-orang yang baru. Melalui violin saya juga menjadi sering berusaha untuk menjadi lebih baik, melihat permainan orang-orang yang begitu pandai bermain violin memang bagi saya sangatlah menggugah, ingin rasanya bisa seperti itu. Singkatnya violin sangat bermakna bagi hidup saya, sebagai pelepas lelah, pemanis hari, dan juga suatu tantangan dalam hidup.

KK: Waw, cukup dalam yah (sambil mengelus dada). Oke, kita sedikit membahas dalam negeri. Menurut kamu, perkembangan musik klasik di Bandung saat ini sudah seperti apa?
AA: Musik klasik di Bandung saat ini menurut saya perkembangannya cukup baik, ditandai dengan banyaknya digelarnya resital-resital musik klasik baik dari musisi Bandung sendiri, luar kota maupun dari luar negeri, yang mendapatkan apresiasi yang baik dari warga Bandung. Bentuk resital maupun konser yang ada pun sudah bermacam-macam, dari orkestra, chamber music, trio gitar, solo, dan masih banyak lagi. Perkembangan musik klasik di Bandung ini harus dipertahankan dan kalau bisa ditingkatkan lagi.

KK: Baiklah, maaf nih, pertanyaannya mencla-mencle. Bagi Afifa, apa pentingnya orang mengenal musik klasik?
AA: Menurut saya semua orang perlu mengenal musik klasik. Pertama musik klasik sangatlah baik untuk didengarkan bila dilihat hubungannya dengan kesehatan, singkatnya musik klasik dapat digunakan untuk mereleksasi tubuh kita. Kedua, mengenal pengetahuan musik klasik dan apresiasi terhadap musik klasik dapat memperluas wawasan kita. Ketiga, bila anak-anak dari kecil telah dikenalkan dan belajar musik klasik pastilah kreativitas mereka pun menjadi bertambah. Keempat, musik klasik pun bisa digunakanan sebagai wadah bagi kita untuk berekspresi dan menyalurkan perasaan yang kita rasakan.

KK: Dalam perjalanan musik Afifa, mana yang paling berkesan?
AA: Satu hal yang paling berkesan dalam perjalanan musik saya ialah bermain dalam Persembahan Ammy untuk Bandung di Aula Barat ITB 2006. Konser itu ialah konser besar pertama yang pertama saya ikuti, saat itu ialah perubahan terbesar dalam perjalanan musik saya dimana saya mulai mengenal dunia luar dan mengenali panggung. Mungkin bisa dikatakan itu perubahan dari pembelajaran musik saya dimana awalnya saya belum mempunyai keinginan dari diri sendiri untuk bermain musik sehingga menjadi seperti sekarang, ketika saya sudah merasa termotivasi untuk bermain musik dengan dorongan dari dalam diri sendiri, dengan hati, dan berusaha untuk menjadi musisi yang baik.

KK: Terakhir, apa makna KlabKlassik untuk Afifa?
AA: Klabklassik itu merupakan sesuatu hal yang berarti dalam perjalanan musik saya. Dimana saya banyak belajar berbagai hal mengenai musik klasik, bertemu dengan berbagai orang yang sama-sama mencintai musik klasik, memperluas wawasan musik klasik dan menambah pengalaman bermain musik bersama.

Dalam rangka tiga tahun KlabKlassik, Afifa dengan baik hati menuliskan memoar untuk KK. Hangat, bermakna, dan banyak memberikan refleksi. Klik di sini untuk membaca persembahan sang violinis muda.


No comments:

Selamat datang di blog klabklassik, tempat dimana kita bisa berbagi apresiasi, edukasi dan informasi seputar musik klasik.

Dalam ruang maya ini, stereotip tangguh tentang eksklusivitas, kekakuan, dan tak membumi-nya musik klasik akan sama-sama kita upayakan agar cair lewat proses berbagi yang hangat, terbuka, santai, dan penuh cinta.

Mari mengapresiasi dengan hati, lalu ciptakan ruang musik klasikmu sendiri.